Bali Tribune, Kamis 21 Juni 2018
Diposting : 4 July 2016 11:37
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Agrowisata,
Keterangan Gambar: 
I Ketut Ardana

Mangupura, Bali Tribune
Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Bali mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Badung yang mengembangkan wilayah Badung utara yaitu Desa Petang sebagai kawasan wisata agro. "Sangat bagus mengembangkan Desa Petang sebagai kawasan wisata agro. Untuk pariwisata Bali harus ada alternatif-alternatif obyek dan kreativitas baru," ucap Ketua Asita Bali, I Ketut Ardana ketika dihubungi Minggu (3/7).

Hal tersebut menurutnya selain menambah atraksi wisata di Bali juga merupakan salah satu upaya pemerataan penyebaran distribusi wisatawan yang selamat ini hanya berpusat di Badung selatan. Pihaknya beserta anggota Asita Bali mengaku senang jika pemerintah menyediakan pilihan-pilihan obyek baru sehingga produk pariwisata Bali menjadi kaya yang tidak hanya mengandalkan obyek atau daya tarik yang sudah ada saja.

"Asita tentu siap memasukkannya ke dalam paket-paket wisata yang baru kemudian mmpromosikan dan menjual kepada calon wisatawan dan partner-partner kita yang ada di dalam maupun luar negeri," tegas Ardana.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Cokorda Raka Darmawan, menyatakan jika Petang sangat layak menjadi kawasan wisata agro. Hal itu dikatakannya sesuai Perda Tata Ruang Kabupaten Badung bahwa kawasan Badung utara diantaranya Petang menjadi kawasan zonasi berkenaan dengan pertanian dalam arti luas dan daerah konservasi.
"Dengan ditetapkannya sebagai kawasan konservasi dan pertanian dalam arti luas, maka yang cocok dikembangkan disana (Petang) salah satunya adalah agro. Dan ini akan kita kembangkan," terangnya.
Penetapan status konservasi ini menurutnya sangat penting dalam menjaga keseimbangan  suatu kawasan. "Sehingga
kawasan Badung ini tidak mungkin bisa dibangun keseluruhan dari selatan sampai utara. Ada memang kawasan zonasi-zonasi yang kita pertahankan untuk kepentingan industri pertanian kita," sebut Cok Darmawan.

Lanjut dia mengatakan, karena regulasi di Petang dalam bentuk pengembangan industri pertanian dalam arti luas maka yang cocok dibangun disana adalah wisata agro. Untuk itu disebutkannya investasi yang masuk ke Petang adalah usaha agro. "Saya kira sudah cukup lumayan yang investasi agro disana tapi saya tidak hafal jumlahnya berapa," katanya.

Pengembangan Petang menjadi kawasan wisata agro dikatakan Cok Darmawan bukan semata-mata karena regulasi pemerintah setempat juga berdasarkan kondisi alam Desa Petang. "Memang sangat baik dari sisi ketinggian, dan cuaca yang sejuk," ujarnya.
Dia juga mengharapkan dalam hal promosi adanya sinergi dengan pelaku industri pariwisata terutama Asita Bali untuk mendatangkan wisatawan ke Desa Petang. Nantinya kata dia Asita Bali bisa menggandeng semua anggotanya untuk membuat paket tour menuju Badung Utara atau Petang yang juga sudah ditetapkan sebagai desa wisata.

"Tentu kita sangat berharap besar kepada Asita karena dengan kondisi seperti saat ini di desa wisata kita, kunjungan wisatawan menuju kesana (Petang) masih sedikit. Oleh karena itu peran Asita dalam mempromosikan desa wisata membuat paket tour ke desa wisata kita, peranannya sangat besar," ungkapnya.