Diposting : 12 January 2020 18:50
Arief Wibisono - Bali Tribune
Bali Tribune/RAMAH TAMAH - Segenap pengurus KADIN Bali di acara Ramah Tamah Tahun Baru 2020 "Sinergi Maju Membangun Bali bersama Pemprov Bali: Tabah- Setia-Jujur" Sabtu (11/1).

balitribune.co.id | Denpasar – Bali akan menjadi pintu gerbang internasional bagi pemasaran produk UMKM dengan mendatangkan buyer (pembeli) internasional ke Bali. Kalimat itu dicetuskan Ketua Umum KADIN Bali, I Made Ariandi di sela-sela acara Kadin Bali saat menggelar Ramah Tamah Tahun Baru 2020 "Sinergi Maju Membangun Bali bersama Pemprov Bali: Tabah- Setia-Jujur" di Kantor Kadin Bali, Jalan Melati, Denpasar, Sabtu (11/1/2020).

Menyambut tahun 2020 Kamar Dagang Industri (Kadin) Bali berkomitmen penuh berada di garda terdepan menguatkan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Bali dalam membangun perekonomian Pulau Dewata.

"Hal ini akan dilakukan Kadin Bali yang berencana menggelar Bali Handicraft International Expo sebagai ajang pameran produk UMKM bertaraf internasional," kata Ketua Umum Kadin Bali I Made Ariandi.

Bali Handicraft International Expo rencananya akan digelar pertengahan tahun 2020 di Nusa Dua dengan melibatkan 100 UMKM lokal Bali serta 100 UMKM dari provinsi lainnya di seluruh Indonesia.

"Kami targetkan akan datang 400 buyer internasional untuk membeli produk UMKM ini," kata Ariandi lantas menambahkan sejauh ini Kadin Bali sudah berkomunikasi dengan 33 Komjen negara lain untuk ikut serta dalam pameran UMKM di Bali ini.

Ajang pameran ini diharapkan semakin menggerakkan dan menggeliatkan ekonomi kreatif di Bali yang digawangi para pelaku UMKM. Terlebih Bali kekuatannya di produk handicraft atau kerajinan.

"Harapannya Bali jadi pintu gerbang internasional untuk produk UMKM dan pameran ini bisa jadi calendar event seperti Inacraft," tegas Ariandi.

Bali Handicraft International Expo juga langkah nyata Kadin Bali menjawab harapan Gubernur Bali I Wayan Koster dalam hal penguatan UMKM Pulau Dewata agar mampu naik kelas dengan memenuhi standar mutu internasional.

Selain itu Bali sebagai destinasi pariwisata internasional diharapkan lebih banyak menggelar event internasional. Hal ini ujung-ujungnya juga akan berkontribusi untuk pariwisata dan peningkatan perekonomian Bali secara umum dengan adanya multiflier efek dari event tersebut.

"Pesan Pak Gubernur agar irit dengan devisa. Kalau pameran ke Luar negeri kan lebih mahal. Jadi kita buat pameran UMKM di Bali dengan mendatangkan buyer internasional. Ini juga positif untuk pariwisata Bali," papar Ariandi.