Diposting : 22 July 2019 12:50
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/ WISATA – Kunjungan wisatawan ke Badung semester I 2019 turun 6,93 persen dibandingkan semester I 2018. Optimalisasi penagihan wajib pajak (WP) baru menjadi salah satu alternatif mengejar target PAD.
balitribune.co.id | Mangupura - Pemkab Badung melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus memburu potensi pajak yang bisa mendongkrak pendapatan Gumi Keris. Salah satunya dengan melakukan pendataan dan pendaftaran wajib pajak baru. Sedikitnya sampai pertengahan tahun ini, ratusan wajib pajak baru berhasil dijaring oleh OPD ‘mesin uang’ Pemkab Badung ini.
 
Kepala Bapenda Badung I Made Sutama yang dikonfirmasi Minggu (21/7) mengaku telah mendata sedikitnya 1.057 wajib pajak baru sampai bulan Juli 2019 ini. Jumlah WP baru ini, kata dia, naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya 578 WP di bulan yang sama pada tahun 2018.
 
“Dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah Bapenda Badung telah melakukan upaya-upaya, salah satunya melakukan pendataan dan pendaftaran wajib pajak baru. Dan sampai bulan Juli 2019 sebanyak 1.057 wajib pajak, sedangkan di tahun 2018 di bulan yang sama hanya 578 sehingga ada peningkatan sebanyak 479 wajib pajak,” ujarnya.
 
Tak cukup sampai di situ, upaya-upaya lain juga digeber. Diantaranya melakukan penagihan piutang pajak daerah dengan melakukan pemasangan spanduk, melakukan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi  maupun Kabupaten untuk mengetahui izin yang sudah dikeluarkan terkait usaha PHR (pajak hotel dan restoran) maupun air tanah.
 
“Kami juga melakukan pemantauan secara langsung ke WP untuk mengetahui transaksi yang ada dari WP tersebut,” kata Made Sutama.
 
Sejak tahun 2018, pihaknya juga sudah menyasar transaksi online yang marak digunakan oleh dunia usaha pariwisata. Hasilnya, sedikitnya 98 usaha ditemukan melakukan promosi lewat travel agent secara online. Dari 98 usaha tersebut, 23 usaha sudah memiliki NPWPD dan sisanya belum mengantongi NPWPD. 
 
“Khusus untuk usaha yang promosi dan bertransaksi secara online juga sudah kita pantau. Beberapa memang sudah punya NPWPD, dan bagi yang belum sudah kita tindaklanjuti dengan melakukan pemanggilan. Waktu ini saja ada sebanyak 75 WP sudah kita lakukan pemanggilan,” terang Made Sutama.
 
Bertalian dengan tranksasi online ini juga, lanjut pejabat asal Pecatu ini, Bapenda gencar melakukan koordinasi dengan travel agen yang ada di wilayah Badung. Dari beberapa kali rapat koordinasi, Made Sutama menyatakan pihak OTA seperti Traveloka, Pegi Pegi, Agoda.com, Booking.com dan lain-lain, intinya siap memberikan data partner (usaha hotel/restoran) yang diajak kerjasama di wilayah Badung untuk dijadikan sumber data Bapenda. 
 
“Sebenarnya kita sudah bersurat terkait permohonan data ini, namun sampai saat ini tidak ada yang mengirimkan. Dan perlu diketahui bahwa biro perjalanan wisata bukan merupakan kewenangan Pemerintah Daerah,” katanya sembari menambahkan bahwa OTA hanya menjual jasa penjualan kepada partner tidak mengurusi pengenaan pajak hotel dan restoran. 
 
Ditambahkan juga bahwa upaya Bapenda melakukan pemantauan transaksi WP agar bisa diakses secara online juga mendapat apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI.  KPK berpandangan bahwa pemantauan transaksi secara online ini mampu mengoptimalkan pendapatan Badung.
 
“Ke depannya kita juga akan merancang integrasi data dengan DPMPTSP,  Disdukcapil, BPN, dan Kantor Pelayanan Pajak untuk mengintensifkan potensi pajak. Cuma Pemkab Badung harus tetap menjaga konsistensi jumlah kunjungan wisman ke Badung terutama dari sisi kualitas wisman yang berkunjung,” ujarnya.
 
Bila tingkat kunjungan wisatawan ke Badung turun, maka secara otomatis akan berimbas pada pendapatan. “Dalam pendapatan (PHR) ini, tingkat kunjungan juga sangat menentukan. Jadi kalau tingkat kunjungan turun, pendapatan dari PHR juga bisa turun,” tukas Made Sutama.
 
Sesuai data terakhir, per semesten I yakni dari bulan Januari hingga bulan Juni, kunjungan wisatawan ke Badung mencapai  2.864.998 orang. Dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun sebelumnya, jumlah wisatawan yang berkunjung mencapai 3.088.535 orang.
 
Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra mengakui adanya penurunan kunjungan wisatawan ke Badung. Bahkan kata dia, kunjungan menurun memang terjadi di awal tahun. Tapi tidak menutup kemungkinan pada semester satu kunjungan wisatawan juga mengalami penurunan.
 
“Iya, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kunjungan wisatawan mengalami penurunan sebesar 172.956 orang atau turun sebesar 6,93 persen," ujar Badra sembari menambahkan penurunan kunjungan ini terjadi karena beberapa factor, salah satunya awal tahun yang merupakan low season. Pihaknya pun  mengaku pertengahan tahun sekitar bulan Juli, Agustus dan seterusnya  kunjungan wisatawan kembali mengalami peningkatan. 
 
“Biasanya bulan ini (Juli -red) baru kelihatan adanya peningkatan kunjungan. Tapi kami belum merekap data untuk bulan ini,” katanya sembari menjelaskan, dari lima besar negara yang berkunjung ke Badung masih didominasi Australia, China, India, Inggris dan USA.