Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Bedah Rumah Tak Kunjung Terealisasi, Perbaiki Rumah, Suardana Ngutang

Salah satu KK Miskin di Banjar Manggis Sari, Nyoman Suardana (50) yang puluhan tahun belum mendapat bedah rumah.

 BALI TRIBUNE - Kendati bermukim di pedesaan yang subur dengan hasil perkebunan, namun kehidupan keluarga I Nyoman Suardana (50) di Banjar Manggis Sari,  Desa Manggis Sari, Kecamatan Pekutatan justru masih memperihatinkan. Keluarga yang menggantungkan hidupnya dari hasil sebagai petani penggarap ini kini masih menempati gubuk yang nyaris roboh. Karena bantuan bedah rumah yang diusulkan hingga kini belum terealisasi, KK Miskin yang terdaftar dalam buku merah ini kini nekat mencari pinjaman untuk memperbaiki huniannya yang tidak layak huni tersebut. Kondisi gubuk Nyoman Suardana memang memprihatinkan, tampak nyaris roboh. Namun bangunan gubuk berdinding bedeg itu tetap dihuninya bersama istri dan kedua anaknya. Gubuk ini hanya terdiri dari satu ruangan yang difungsikan sebagai kamar tidur oleh empat orang penghuninya. Istri Suardana,  Wayan Sukartini ditemui di rumahnya Selasa (20/11) mengaku keluarganya sudah sejak puluhan tahun menempati gubuk yang dibangun suaminya itu. Kendati masuk dalam daftar KK Miskin, namun mereka hingga kini belum memperoleh bantuan bedah rumah.  Keluarga ini memang sudah memperoleh bantuan dari pemerintah berupa beras sejahtera (rastra). Namun, degan kondisi ekonomi yang serba kekurangan, ia mengaku belum mampu memperbaiki gubuk yang kini kondisnya sudah tidak layak huni. "Sudah diajukan (bedah rumah), sudah lama tapi tidak ada bantuan. Kalau beras raskin kami dapat," ungkapnya. Bahkan untuk ruangan dapur, keluarga ini menyambung emper gubuk reot tersebut dengan membuat bedeng kecil beratap asbes. Atap gubuk tersebut juga sudah banyak bocor. Jika hujan ia bersama keluarganya sering  mengungsi ke keluarga sebelah rumahnya yang kini sudah mendapat bedah rumah. Suaminya hanya menggantungkan hidupnya sebagai petani penggarap. "Kami tidak punya lahan. Tapi jadi buruh tani," ujarnya. Karena gubuknya sudah reot dan bisa sewaktu-waktu ambruk, ia mengakui suaminya kini nekat meminjam dana KUR dari bank Rp 20 juta untuk membangun rumah yang lebih layak huni. Kendati ia juga belum tahu bagaimana nantinya harus membayar cicilannya. Ia menambahkan, untuk membangun rumahnya akan dilakukan secara gotong-royong dengan tetangga. "Pengerjaan kami lakukan swadaya. Semoga saja ada yang membantu tambahan bahan agar rumah kami secepatnya berdiri, karena sudah takut roboh. Kalau kerja kami gotong-royong saja," tandasnya. Perbekel Manggis Sari Ketut Suarjana dikonfirmasi membenarkan warganya Nyoman Suardana masuk KK Miskin dan sudah mendapat bantuan raskin/rastra. Terkait bedah rumah diakui memang keluarga ini belum dapat dan pihaknya sudah mengusulkannya.

wartawan
Putu Agus Mahendra
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.