Diposting : 12 June 2017 18:59
redaksi - Bali Tribune
BNNP
Keterangan Gambar: 
Puluhan cewek dan pengunjung café di Jembrana digeledah dan dilakukan tes urine oleh BNNP Bali.Namun hasilnya nihil narkoba.

BALI TRIBUNE - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali mengobok-obok sejumlah tempat hiburan di Buleleng dan Jembrana akhir pekan kemarin. Hasil tes urine yang dilakukan, seorang pengunjung kafe di Kabupaten Buleleng positif mengandung amphetamine. Sedangkan di Kabupaten Jembrana, semua tes urine hasilnya negatif.

Razia BNNP Bali yang di-backup anggota Reserse Narkona Polres Buleleng ini pertama dilakuan di Grand Surya Karaoke di Kecamatan Seritit, Jumat (9/6) pukul 22.00 Wita. Petugas memeriksa pengunjung dan pemandu lagu total 18 orang yang dilakukan tes urine dan hasilnya semua negatif. Selanjutnya petugas bergerak ke Karaoke Raja juga di Kecamatan Seririt. Dari 15 orang yang dites urine, seorang positif amphetamine. Selanjutnya petugas bergeser The Pasha Pub di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar memeriksa dan melakukan tes urine terhadap pengunjung sebanyak 6 orang dengan hasil negatif. “Dari tempat tersebut, hanya ditemukan satu orang yang positif ekstasi,” ungkap Kepala BNNP Bali Brigjen Pol I Putu Gede Suastawa, Minggu sore.

Hari kedua, jajaran melaksanakan kegiatan di Jembrana. Dimulai dari Kafe Er Pico di Desa Baluk, pukul 23.00 Wita. Sebanyak 8 orang pengunjung dan waitress yang diperiksa hasilnya negatif. Selanjutnya petugas ke Kafe Baluk Indah di Desa Baluk memeriksa pengunjung dan waitress 6 orang, hasilnya juga negatif. Selanjutnya ke Kafe Mahkota di Kecamatan Delod Brawah memeriksa pengunjung dan waitress 9 orang juga hasilnya negatif.

Kemudian di Kafe Gula-Gula di Kecamatan Delod Brawah 4 orang yang diperiksa hasilnya negatif. Petugas bergeser ke Kafe Bintang di Kecamatan Delod Brawah memeriksa pengunjung dan waitress 3 orang hasilnya negatif. Sweeping terakhir di Kafe Casaluna juga di Kecamatan Delod Brawah dengan melakukan tes urine terhadap 9 orang dengan hasil negatif. “Total pemeriksaan urine di 6 tempat hiburan malam sebanyak 39 orang dengan hasil keseluruhan negatif,” terangnya.

Dikatakan Suastawa, kegiatan semacam ini akan terus dilakukan berkesinambungan oleh jajaran BNNP Bali mengingat kedua daerah tersebut rawan terhadap peredaran narkoba dengan menggandeng aparat setempat.

Gangguan Kamtibmas

Sementara Kepala Bidang Penindakan BNN Provinsi Bali, AKBP Ketut Arta yang memimpin pelaksanaan operasi hingga Minggu dini hari, didampingi Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Didik Wiratmoko menyatakan selain untuk mengantisipasti kerawasan gangguan kamtibmas saat bulan Ramadhan maupun saat menjelang lebaran, operasi narkoba yang dilaksanakan itu adalah dalam rangka melakukan tindakan pencegahan dan menekan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di Bali. Sweeping dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh terjadinya penyalahgunaan narkotika di wilayah Jembrana.

Kendati dikatakannya dari data yang dimiliki BNNP Bali, peredaran gelap narkoba di wilayah Bali memang sudah tergolong tinggi dan sangat membahayakan, namun khusus di Jembrana angka penyalahgunaan narkoba tergolong masih rendah dan masih berada di bawah kabupaten/kota lain di Bali. Pihaknya memastikan rendahnya angka peredaran dan penyalahgunaan narkoba itu harus tetap diambil tindakan antisipasi sehingga bisa ditekan demi menyelamatkan masyarakat dan generasi muda. Setelah dilaksanakan di wilayah hukum Polres Jembrana. Pihaknya juga mengaku akan melaksanan operasi serupa di kabupaten-kota lainnya di Bali.ray,