Diposting : 10 January 2020 21:25
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/Ketua TP PKK Provinsi Bali di acara penyerahan hadiah dan launching Buku Antalogi Puisi Guru se-Bali di Wantilan Kertha Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (10/1).
balitribune.co.id | Denpasar - Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster memberikan perhatian khusus terhadap dunia sastra di Bali agar diminati oleh generasi muda. Salah satu bukti dukungan istri Gubernur Bali ini terhadap sastra adalah dengan kehadiran buku berjudul Sang Guru (Antologi Puisi Guru se-Bali) yang diterbitkan oleh Dermaga Seni Buleleng cetakan 2019. "Kami mendorong dan mendukung guru-guru yang hobinya di bidang sastra/menulis puisi dapat merasakan kebahagiaan dengan bersastra. Ketika guru punya kemampuan dan talenta seni akan menghasilkan anak didik yang berbudi luhur karena dididik oleh guru yang mempunyai kemampuan seni," ucapnya disela-sela penyerahan hadiah dan launching Buku Antalogi Puisi Guru se-Bali di Wantilan Kertha Sabha Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jumat (10/1).
 
Kemampuan atau talenta membaca maupun menulis puisi tersebut dimiliki oleh guru-guru di segala bidang pendidikan. Sehingga para guru yang memiliki hobi di bidang sastra akan dapat menyalurkan bakatnya dalam bentuk seni puisi. "Prinsipnya sih seperti air mengalir. Kita lakukan dulu hal kecil ini, setelah kita punya buku Sang Guru animo guru sangat tinggi. Semoga tahun 2020 akan bisa menyelenggarakan lomba cipta puisi se-Indonesia bisa kita wujudkan dari Bali untuk Indonesia," harapnya yang akrab disapa Bunda Putri. 
 
Menurutnya, Festival Seni Bali Jani yang mendapat dukungan sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Bali akan mewadahi kreativitas sastra/seni puisi bagi guru-guru dan generasi muda lainnya. "Ke depan anak-anak makin kreatif talentanya," ujar bunda Putri yang piawai membaca puisi ini.  
 
Buku Sang Guru tersebut menghadirkan 69 puisi dari para guru peserta lomba cipta puisi guru se-Bali diantaranya puisi dari juara 1, 2 dan 3 serta 10 puisi nominasi dan 56 puisi untuk kategori pilihan. Sejak diumumkan pada tanggal 20 Oktober hingga 20 November 2019, Dermaga Seni Buleleng telah menerima sebanyak 467 puisi yang ditulis oleh 156 guru dari berbagai pelosok di Bali.
 
Para guru tersebut menuliskan kegelisahan, duka, lara, cinta, harapan dan impian, persoalan sosial, budaya, lingkungan dan sebagainya ke dalam bentuk puisi. Hal ini tentunya membanggakan sekaligus mengharukan. 
 
"Terkait sastra, dalam hal ini puisi akan lahir besarnya di Festival Seni Bali Jani. Jika festival ini dewasa akan menjadi mendunia. Kita tidak bangga diundang ke daerah atau negara orang lain. Tapi kita bangga apapun terkait seni dan budaya yang diselenggarakan di Bali seperti gula dirubung semut. Semuanya di Bali karena kita tujuan wisata dunia. Bagaimana orang akan menoleh daerah kita tercinta ini," katanya.  
 
Gde Artawan salah satu dewan juri lomba cipta puisi guru se-Bali ini menyatakan, terselenggaranya lomba yang melibatkan dunia pendidikan tersebut berawal dari obrolan santai dengan Bunda Putri. "Kemudian ibu gubernur menyetujui. Kami bekerja maksimal dengan hasil yang kurang maksimal kami mohon maaf. Kami akan selalu mengabdi," ujarnya.