Diposting : 11 November 2019 23:00
Djoko Moeljono - Bali Tribune
Bali Tribune/ NAPAK TILAS - Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh AM Suharyadi, SIP, MSi saat melepas napak tilas dan perjuangan sosok pahlawan nasional asal Bali Brigjen TNI (anumerta) I Gusti Ngurah Rai, di Makorem, Senin (11/11).
balitribune.co.id | Denpasar - Komandan Korem 163/Wira Satya Kolonel Arh AM Suharyadi, SIP, MSi, di halaman depan Makorem 163/Wira Satya, Denpasar, Senin (11/11) melepas kegiatan mengenang sejarah perjalanan manuver napak tilas dan perjuangan sosok pahlawan nasional asal Bali Brigjen TNI (anumerta) I Gusti Ngurah Rai, saat mengusir dan melawan agresi kaum penjajah di wilayah Bali.
 
Turut mendampingi Danrem saat upacara pelepasan 1 regu pasukan Pemuda Panca Marga (PPM) Bali yang membawa panji-panji dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai, antara lain para Perwira Staf dan Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm IB Putu Diana Sukertia, SS, Ketua PD PPM Bali Dr I Made Gede Putra Wijaya, SH, MSi, dan sejumlah pengurus PPM Bali lainnya.
 
"Masih dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, kebetulan ada pahlawan nasional asal Bali, yaitu I Gusti Ngurah Rai, maka kali ini kita mengenang kembali jasa-jasanya termasuk kegiatan napak tilas perjuangan beliau (I Gusti Nguarh Rai, red) yang turut memperjuangkan sekaligus mempertahankan kemerdekaan Indonesia dalam mengusir agresi para penjajah di Bali," ujar Danrem.
 
Selanjutnya kata Danrem, makna dari kegiatan tersebut dalam masa kekinian adalah bagaimana bisa menjadi pahlawan masa kini dalam mengisi pembangunan dan melaksanakan proses pembangunan tersebut.
 
"Jadi, pada momentum kali ini kepada para generasi muda Bali, mari kita wujudkan untuk menjadi pahlawan masa kini, pahlawan yang selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pahlawan yang berani melawan kebodohan dan tindakan ketidak-jujuran, serta pahlawan yang berani menangkal radikalisme juga turut memperjuangkan NKRI," ajak Danrem.
 
Ketua PPM Bali Putra Wijaya menambahkan, dengan mengerahkan sekitar 75 personel PPM Bali untuk mengarak panji-panji I Gusti Ngurah Rai, dari Makorem 163/Wira Satya ke Jembrana. Selasa (12/11) menuju Singaraja, Rabu (13/11) disafarikan ke Karangasem, Kamis (14/11) tiba di Klungkung, Jumat (15/11) diarak di Bangli, Sabtu (16/11)  di Gianyar, Minggu (17/11) di Denpasar, Senin (18/11) di Badung, Selasa (19/11) tiba di Tabanan, dan Rabu (20/11) sebagai puncak kegiatan akan dilakukan upacara peringatan Hari Puputan Margarana.
 
"Kegiatan ini rutin dilakukan tiap tahun oleh Pemuda Panca Marga Provinsi Bali sebagai upaya untuk menyosialisasikan jiwa semangat nilai-nilai kepahlawanan yang ditauladani oleh I Gusti Ngurah Rai, seperti pantang menyerah, rela berkorban, patriotisme, solider, dan sebagainya," kata Putra Wijaya.
 
Adapun kegiatan pendukung lainnya di sejumlah kabupaten dan Kota Denpasar, berupa bakti sosial (baksos), pengobatan cuma-cuma dan penyerahan bingkisan kepada sejumlah anggota Veteran, sarasehan, hiburan, dan pemutaran film I Gusti Ngurah Rai