Diposting : 29 August 2017 17:22
I Made Darna - Bali Tribune
Desa Wisata
Keterangan Gambar: 
Gambar set plan Desa Wisata Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal.

BALI TRIBUNE - Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, Kecamatan Abiansemal  juga bertekad membangun desa wisata baru di 'gumi keris' Badung.

Desa ini sebelumnya tidak memiliki potensi yang menonjol dibidang pariwisata, namun setelah ditelisik lebih jauh, ternyata desa yang berada di sebelah utara Desa Penarungan, Mengwi ini menyimpan potensi luar biasa. Nah, potensi wisata yang lama terpendam inilah yang rencananya akan dibangkitkan oleh masyarakat setempat melalui pemberdayaan masyarakat dan BUMDes-nya ( Badan Usaha Milik Desa).

Dan koran ini pun, Senin (27/8), berkesempatan mengorek informasi terkait rencana pembangunan desa wisata baru di Desa Abiansemal Dauh Yen Cani ini.

Dari master plan awal, wisata baru akan mengangkat taman rekreasi dan wisata agro. Zona obyek akan dibagi menjadi tiga, yakni hulu (di utara) dengan wisata air, tengah dengan wisata agro dan hilirnya di selatan dijadikan sebagai wisata penunjang.

Untuk di hulu, obyek akan dikembangkan  diseputaran daerah aliran sungai (DAS) Tukad Yeh Penet. Sungai ini membentang di tepi barat desa berbatasan dengan Kecamatan Mengwi.

Di DAS ini sedikitnya ada tiga mata air yang akan digarap, yakni dua ukuran besar dan satu sedang. Wisata air ini juga menjadi maskot yang mencerminkan asal-usulnya  nama desa yakni Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani.

Adapun wisata yang akan dibangun diantaranya kolam renang publik, pengelukatan, lokasi studio yoga, tubing rafting dan sling sot.

Sedangkan untuk  di bagian tengah ke selatan dikembangkan wisata agro. Sedikitnya ada 25 hektar lahan persawahan di Subak Umopoh sudah siap disulap menjadi wisata agro.

Disana juga akan dikembangkan tracking di pertengahan sungai dan sawah dengan kombinasi tanaman-tanaman bervariasi. Atraksi juga akan dilengkapi dengan track ATV.

Menurut penjelasan I Wayan Sutama selaku Perbekel Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani, konsep dari wisata agro ini akan bekerjasama dengan petani setempat. "Konsepnya seperti petik buah apel di Malang. Pengunjung datang, silahkan makan buah-buah yang ada sepuasnya," ujarnya.

Karena petani sudah dengan sukarela menyerahkan lahannya untuk wisata, maka desa akan mengganti  segala kebutuhan pertanian. "Mulai dari bibi dan hasil panen padi per tahun akan dihitung. Tapi, petani wajib menanam apa yang menjadi kebutuhan wisatawan," kata Sutama.

Disinggung mengenai biaya investasi pembuatan wisata desa ini, ia menyatakan, ditanggung oleh APBD Badung sebesar Rp 37 miliar dan sebagian dari APBDes.

"Desa wisata ini akan dikelola BUMDes. Untuk sarana prasaran  dananya bersumber dari APBD Induk 2018 sebesar Rp37 milar dan sisanya dari APBDes," jelasnya.

Sementara anggota DPRD Badung I Putu Alit Yandinata selaku konseptor desa wisata ini berharap kehadiran desa wisata ini bisa memberikan nilai tambah sekaliguskan menggaerahkan perekonomian masyarakat di Desa Abiansemal Dauh Yeh Cani. "Kami harap desa wisata ini bisa membangkitkan segala potensi yang ada disini," ujarnya.

Masyarakat juga diharapkan menjadi pelaku dari kehadiran desa wisata ini. Dimana semua petani akan dilibatkan dengan dikelola secara profesional oleh BUMDes. "Kami ingin perekonomian itu berputar di desa. Masyarakat sebagai pelaku langsung desa wisata ini," kata Alit Yandinata.

Hadirnya desa wisata baru ini juga diharapkan bisa memberikan nuansa baru pariwisata di Kabupaten Badung. "Badung selatan sudah krodit, makanya kita siapkan destinasi baru disini. Kami optimis kalau dikelola dengan baik, wisatawan pasti akan datang," tukas ketua Komisi III DPRD Badung ini.