Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Desa Pakraman Diimbau Awasi Kafe Liar

Ketut Sudikerta

Denpasar, Bali Tribune

Semakin maraknya tempat hiburan malam yang ada di Bali membuat Wagub Ketut Sudikerta prihatin. Pasalnya dampak dari tempat hiburan malam itu sangat berdampak buruk terhadap lingkungan dan masyarakat. “Contoh nyata, jangankan di pelosok pedesaan, coba cari di Gelogor Carik sekarang, cek di sana, banyak kafe,” ungkap Wakil Gubenur (Wagub) Bali, Ketut Sudikerta, Selasa (12/4).

Sudikerta katakana, apakah kafe itu benar-benar bermanfaat tidak terhadap desa pakraman dan lingkungan. Namun, ia rasa kafe atau hiburan malam itu sangat tidak bermanfaat dan sangat merugikan desa pakraman juga masyarakat sekitar, karena adanya kafe itu berdampak pada tindak kriminal.

“Kriminal, sosial, juga perkelahian di sana. Karena apa? Karena dalam kafe itu yang dilakukan adalah minum mabuk, dan kalau sudah mabuk apa yang terjadi? Bersenggolan sedikit dan terjadi perkelahian, sampai bunuh-membunuh, berarti itu kan sudah merugilan desa pakraman, ngeletihin desa pakraman, apalagi saling membunuh,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, Sudikerta katakan solusinya ada di desa pakraman, dengan membenahi awig-awig, dan cantumkan dalam awig-awig itu, kafe yang berdiri adalah kafe yang bermanfaat untuk kemajuan desa pakraman. “Misalnya kafe untuk makan, itu kan bermanfaat. Tapi kafe remang-remang seperti itu akan banyak memberi dampak negatif,” ungkapnya.

Dampak pertama yang akan ditimbulkan kafe atau tempat hiburan malam itu diantaranya kriminal, kemudian dampak yang lain adalah kesehatan masyarakat. “Karena kafe remang-remang itu bisa mesum, dan lain sebagainya, dan itu perlu diperhatikan oleh desa pakraman, jangan dibiarkan mereka membangun kafe di sana,” jelasnya.

Ditanya terkait keberadaan kafe yang beredar liar, Sudikerta kembali mengimbau pada desa pakraman untuk lebih melakukan pemantauan dan pembinaan. “Saya lihat begitu, siapa harus menjaga? Ya kita-kita ini lah mulai dari bawah. Kita melakukan pengawasan dan pembinaan, sering sekali saya turun ke bawah melakukan pembinaan seperti itu, tapi semua pada tidak sadar,” pungkasnya. 

wartawan
Edy Hermayasa

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.