Diposting : 21 February 2020 02:20
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/ Wayan Suyasa
balitribune.co.id | Mangupura - Kalangan DPRD Badung menyambut baik keputusan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang tidak memotong tunjangan perbaikan pegawai  (TPP) Aparatur Sipil Negara  (ASN) di Kabupaten Badung. Dewan menyebut,  tambahan penghasilan ini sangat berarti di tengah para pegawai menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan seperti sekarang ini.
 
"Kami memberikan apresiasi karena pemerintah sudah mau mencairkan TPP untuk PNS Badung," ujar Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa, Kamis (20/2/2020).
 
Menurut politisi Partai Golkar ini, pihaknya sejak awal menolak kalau sampai tambahan penghasilan pegawai dipotong hanya untuk menutupi defisit anggaran yang dialami oleh Pemkab Badung. 
 
"TPP ini adalah kebijakan pemerintah untuk memberikan tambahan penghasilan bagi pegawai, sehingga mereka semakin termotivasi dan meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat Badung," katanya.
 
Sebelumnya TPP ASN Badung memang santer diisukan akan ada pemotongan. Pasalnya, beberapa kali target pendapatan daerah meleset yang menyebabkan APBD Badung defisit. Buntutnya TPP dipotong untuk mengurangi beban anggaran pemerintah. 
 
Suyasa menyebut, tidak ada alasan pemerintah memotong anggaran pegawai karena defisit. Justru menurut dia program bantuan-bantuan ke luar Badung yang mesti dikurangi karena anggaran dalam daerah berkurang.
 
"Kami sudah beberapa kali menyarankan pemerintah, karena defisit bantuan untuk daerah lain supaya dikurangi. Jangan insentif pegawai yang dirasionalisasi,"  tegas Suyasa.
 
Nah, dengan batalnya pemotongan ini, dewan tiga periode ini pun mengimbau agar pegawai Badung meningkatkan kinerjanya. Sehingga segala pelayanan kepada masyarakat Gumi Keris bisa maksimal.
 
"Harapan kami karena sudah dapat TPP kinerja pegawai agar ditingkatkan. Kami di dewan akan terus memperhatikan kesejahteraan pegawai, sepanjang sesuai dengan ketentuan," tegas Suyasa.
 
Seperti diberitakan sebelumnya isu pemotongan TPP ASN ini langsung dibantah oleh orang nomor satu di Badung. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menegaskan bahwa tidak ada pemotongan TPP karena Kabupaten Badung mengalami devisit dan rasionalisasi anggaran.
'
"Tidak akan melakukan pemotongan TPP," tegas Bupati Giri Prasta didampingi Wakil Bupati Ketut Suiasa, Jumat (14/2) saat pengarahan Krida.
 
Menurut Giri Prasta, TPP ini adalah merupakan murni kebijakan pimpinan. Pihaknya pun sudah perintahkan Sekda untuk memproses pencairan TPP ini.
 
"Untuk TPP tahun 2020 ini sama seperti tahun 2019 dan ini sudah kita rumuskan dan tidak ada rasionalisasi serta tidak ada pengurangan. Untuk itu kepada BPKAD mohon segera direalisasikan," katanya.
Dengan adanya kebijakan ini, Bupati Giri Prasta selalu menekankan agar karyawan-karyawati Pemkab Badung melaksanakan kewajiban dengan penuh rasa tanggung jawab. 
 
"Saya harapkan kepada seluruh ASN di Badung untuk senantiasa kerja keras, kerja cerdas, kerja iklas dan kerja tuntas dalam mendukung program-program Pemkab Badung ke depan," tegas Bupati seraya mengharapkan etos kerja ASN untuk tahun 2020 ini, harus melakukan perubahan dan pihaknya sudah menyiapkan sebuah sistem untuk bisa mensejahterakan masyarakat.