Diposting : 26 March 2020 20:48
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
Bali Tribune / Sembako - pemberian bantuan program sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau keluarga kurang mampu tetap dengan cara jemput bola.
Denpasar - Ditengah wabah virus corona, Pemkot Denpasar melaksanakan pemberian bantuan program sembako kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) atau keluarga kurang mampu tetap dengan cara jemput bola. 
 
Kadis Sosial Denpasar, Made Mertajaya, Kamis (26/3) di Denpasar, mengatakan, 
 program sembako adalah program transformasi dari program raskin-rastra-Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Tahun ini bernama Program Sembako dengan perluasan jenis komoditi yang mengandung Sumber Karbohidrat (beras, jagung, sagu), Sumber Protein Hewani (telur, daging ayam, ikan), Sumber Protein Nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan) dan Sumber Vitamin Mineral (sayur-sayuran dan buah-buahan). 
"Keluarga Penerima Manfaat (KPM)/ keluarga kurang mampu mendapat bantuan sembako setiap bulan (non tunai) sebesar Rp. 150.000 yang bisa ditukarkan di agen /e-Warong yang ditunjuk dan telah memiliki kerjasama dengan Kementerian Sosial, pemerintah kota,  Dinas Sosial dan Bank Penyalur (Himbara)," ujarnya. 
 
Untuk antisipasi dampak covid19, nilai bantuan ditambahkan menjadi Rp 200.000 berlaku sementara dari Bulan Maret s/d Agustus 2020. Dalam langkah percepatan penyaluran ditengah merebaknya virus corona  Pemkot Denpasar melalui Dinas Sosial melakukan penyaluran dengan cara jemput bola disamping kerjasama dengan e-warong yang ada. 
 
Untuk diketahui total penerima Program Sembako di Kota Denpasar pada Bulan Maret 2020 ini sebanyak 3058 KPM dengan realisasi penyaluran Program Sembako hingga per tgl 16 Maret 2020 sudah mencapai 40% (1216 KPM).
Menurut Mertajaya sebelumnya dalam rapat terbatas belum lama ini  Walikota Denpasar mengarahkan dan menegaskan agar penyaluran bantuan sembako tetap dilaksanakan karena menyangkut kebutuhan pokok yang dalam pelaksanaan di lapangan tetap dengan memperhatikan dan mengikuti rambu-rambu antisipasi cegah virus corina atau covid-19. Seperti jaga jarak, tidak berkumpul, penggunaan masker bagi yang sakit hingga standar pencegahan yang telh disosialisasikan.
 
Di samping itu dalam penyaluran yang dilaksanakan secara bertahap tersebut, Dinas Sosial Kota Denpasar bersama Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pendamping PKH dan Bank Tabungan Negara sekaligus melaksanakan sosialisasi cegah virus corona terhadap KPM dengan membagikan selebaran upaya pencegahan. Petugas juga telah menyiapkan sabun cuci tangan, hand sanitizer dan semprotan disinfektan. "Dari langkah ini Kota Denpasar mendapat apresiasi dari Menteri Sosial sebagai salah satu kota bersama 4 kab/kota lainnya di Indonesia wilayah II yang tetap menyalurkan sembako di tengah pandemi corona dengan cara jemput bola dan penyaluran di agen/e-warung," ujarnya