Diposting : 25 February 2020 19:53
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune / Ida Bagus Ketut Subagia

balitribune.co.id | Denpasar  - Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Wilayah Denpasar pada tahun 2020, ditargetkan untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 8,1 triliun untuk tiga provinsi di bawah kelolaannya, yakni Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Jumlah ini naik dibandingkan tahun 2019 yang sebesar Rp 4,8 triliun

"Kami optimis akan mampu menyalurkan KUR lebih banyak lagi ke sektor - sektor produktif di wilayah Bali, NTB, dan NTT, " kata Ida Bagus Ketut Subagia, Pemimpin BRI Kantor Wilayah Denpasar di kantor setempat, Selasa (25/2).

Dari kuota Rp 8,1 triliun tersebut, sebesar Rp 6,7 triliun akan disalurkan lewat KUR Mikro dan Rp 1,4 triliun KUR Kecil. Khusus untuk Wilayah Bali target penyaluran KUR Mikro tahun 2020 sebesar Rp 3,4 triliun dan KUR Kecil sebesar Rp 721 miliar.

Penyaluran akan dilakukan sebanyak 60% di sektor produksi dan 40% sektor lainnya, dengan suku bunga KUR saat ini adalah 6%. Khusus untuk KUR Mikro, di tahun 2020 plafon kredit naik menjadi Rp 50 juta.

"KUR (baik mikro dan kecil) diperuntukkan untuk masyarakat yg memiliki usaha feasible tetapi belum bankable. Kami ingin lebih banyak lagi manfaat KUR bagi masyarakat luas agar perekonomian semakin menggeliat," ungkap Subagia.

Syarat untuk mendapatkan KUR BRI sangat mudah. KUR Mikro hanya dengan menyerahkan identitas diri (foto copy e-KTP & KK) serta surat ijin usaha. Untuk KUR Kecil perlu tambahan NPWP dan dokumen agunan. 

Terkait meningkatnya target penyaluran KUR di tahun 2020, BRI tetap optimis dapat menyalurkannya sesuai target, bahkan melampaui. Hal ini terlihat dari pencapaian KUR tahun 2019, dimana dari target Rp 4,8 triliun, Kanwil BRI Denpasar mampu menyalurkan sebanyak Rp 5,9 triliun atau sebesar 123,52%. 

"BRI Denpasar berharap, masayarakat antusias merespon program KUR ini untuk mendorong dan meningkatkan ekonomi kerakyatan yang saat ini dicanangkan pemerintah," tutupnya.