Diposting : 23 December 2019 05:30
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/PENGHARGAAN - Ida Bagus Gede Sidharta Putra saat menerima penghargaan Suksma Bali Awards 2019 di bidang pariwisata

balitribune.co.id | Denpasar – Pelaku pariwisata di Sanur, Denpasar tahun ini berupaya untuk meningkatkan industri pariwisata di desa pesisir tersebut di tengah ketatnya persaingan dengan destinasi lainnya. Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Denpasar yang juga tokoh muda asal Sanur mengatakan, pada akhir 2019 pihaknya telah melakukan serangkaian promosi pariwisata untuk menggarap pasar wisatawan dari Tiongkok diantaranya misi penjualan paket wedding dan promosi festival di Beijing, Hangzhou dan Shanghai.

Saat menerima penghargaan bidang kepariwisataan dari Suksma Bali beberapa waktu lalu di Denpasar dan Indonesia Travel and Tourism Award (ITTA) Foundation menyampaikan bahwa hal tersebut memberikan dorongan lebih besar untuk mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan.

Menurutnya yang akrab disapa Gusde, penghargaan bukan tujuan dari aktivitas dan pengabdian untuk membesarkan kepariwisataan di daerah ini yang telah dilakukan sekitar lebih dari 20 tahun. Perlu selalu berupaya dengan baik untuk mengelola seluruh potensi dalam lingkup usaha, lembaga, atau organisasi dengan pola kepemimpinan yang merangkul semua pihak.

Dia yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar mengatakan, kepariwisataan di Sanur selama ini bukan hanya kualitas destinasi dan layanan yang disajikan, tetapi juga membidik wisatawan mancanegara yang berkualitas agar memberikan nilai tambah serta meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Lebih lanjut pihaknya yang mendapatkan penghargaan Top Hospitality Leader Awards 2019/2020 di Jakarta, 17 Desember 2019 dari ITTA, sesuai arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar industri pariwisata mampu mewujudkan “quality tourism” dan bukan hanya mengejar angka kunjungan wisatawan. 

Pihaknya yang mengelola bisnis Santrian Group dan sebagai GM Griya Santrian Beach Resort & Spa, mengakui jika kegiatan promosi dilakukan bersama sejumlah pelaku pariwisata dari Bali ke Tiongkok pada awal Desember tahun ini juga dalam rangka membidik wisatawan berkualitas dari Negeri Tirai Bambu. "Upaya tersebut melengkapi langkah promosi yang dilakukan BPPD tahun ini di Berlin, Stuttgart, London, India, dan Surabaya (domestik)," katanya.

Gusde menambahkan pariwisata berkualitas tersebut juga terkait erat dengan “sustainability” di bidang sosial, budaya, lingkungan dan ekonomi yang selama ini dilakukan sesuai konsep pariwisata budaya yang berlandaskan Tri Hita Karana.

Selain selaku Ketua PATA Bali & Nusa Tenggara Chapter pihaknya yang juga Ketua Umum Yayasan Pembangunan Sanur menambahkan, untuk menambah minat wisatawan ke desa nelayan ini telah digelar kegiatan tahunan Sanur Village Festival yang sudah berlangsung selama 14 kali dan masuk 5 Besar Event Nasional di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Menjelang tahun 2020, Gusde mengajak seluruh pemangku kepentingan dan elemen masyarakat untuk menghadapi persaingan yang kian ketat dan menyikapi secara cermat dampak ekonomi global yang ikut berimbas pula ke wilayah ini.

Pihaknya optimistis destinasi pariwisata Bali tetap menjadi pilihan wisatawan dari sejumlah negara yang selama ini memasok kunjungan, begitu pula ketertarikan dari pasar wisatawan baru yang digarap secara serius seperti China, India, dan Timur Tengah.