Diposting : 1 April 2019 23:12
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ Handayani
balitribune.co.id | Gianyar - Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Handayani meyakini kinerja bank BUMN ini masih menunjukkan tren yang positif dan on the track untuk masing-masing segmen. Itu terlihat dari pertumbuhan kredit konsumer yang terdiri dari segmen kredit tanpa agunan, KPR, kredit kendaraan dan kartu kredit selama 2019.
 
Pihaknya optimis pertumbuhan kredit KPR di atas 20 persen sesuai janji BRI yang akan mendukung pertumbuhan KPR 20-22 persen. Selanjutnya pertumbuhan kartu kredit dikisaran 18-20 persen, kendaraan 20-22 persen dan kredit tanpa agunan 6-7 persen.
 
“Harapan kami kuartal 1 dan kuartal 2 pertumbuhan kinerja akan sesuai target yang telah ditetapkan pada akhir tahun," ujar Handayani disela-sela kunjungan dan penanaman pohon di Balispirit Festival di Gianyar, Sabtu (31/3).
 
Pihaknya pun optimistis target bisa tercapai mengingat pemerintah terus mendorong industri bertumbuh dengan baik khususnya di sektor UMKM dan mikro. Untuk mendukung hal tersebut BRI terus melakukan peningkatan pelayanan dan kian mendekatkan diri dengan berbagai kegiatan ekonomi. Salah satunya ikut mensponsori festival yoga yang telah terlaksana selama 12 tahun di Ubud dan mampu mendatangkan 10 ribu wisatawan ke kegiatan tersebut.
 
“Ini menjadi agenda sangat baik karena dapat menunjang pariwisata. Kegiatan ini juga sesuai tujuan BRI untuk berada di tengah-tengah masyarakat dan sesuai visi bank yang membantu bergeraknya ekonomi khususnya di pedesaan,” katanya.
 
Menurut Handayani, dukungan tersebut tidak hanya melihat timbal balik dari finansial semata, melainkan bagaimana pengembangan bisnis di masyarakat bisa dikelola dengan baik. Penduduk membutuhan bantuan finansial, bank bisa menyediakan mulai KUR mikro maupun payment lain.
 
“Termasuk transaksi uang elektronik yang diterapkan pada festival ini dimana juga memberdayakan pelaksanakan inklusi keuangan,” tambahnya. 
 
Sementara itu Pemimpin Wilayah BRI Denpasar, Dedi Sunardi menyampaikan dalam upaya mendukung suksesnya Gerakan Nasional Nontunai (GNNT), bank kian menggencarkan transaksi nontunai di segala momen dan tempat. Salah satunya di festival yoga yang banyak melibatkan wisatawan mancanegara, bank pun mewajibkan transaksi secara nontunai.
 
“Kami menyadari peserta di Balispirit Festival, Ubud bukanlah masyarakat Indonesia saja, namun juga mancanegara sehingga perlu menggunakan transaksi nontunai atau cashless,” ucap Dedi.
 
Kata dia, dengan menggunakan transaksi nontunai disamping mempermudah wisatawan mancanegara bertransaksi juga mengedukasi masyarakat Bali untuk melakukan transaksi nontunai. Termasuk tenant-tenant yang ada agar terbiasa menggunakan jasa bank, salah satunya fasilitas nontunai.
 
Hasilnya selama lima hari penyelenggaraan festival yoga, transaksi nontunai sudah mencapai Rp1,2 miliar lebih. Transaksi nontunai diyakini akan terus bertambah hingga akhir penutupan festival pada Minggu (31/3). Untuk mendukung kelancaran transaksi nontunai disetiap tenant, Dedi mengakui telah menyebar 55 mesin EDC.
 
"Tahun ini kami sebagai sponsor dan potensi transaksi nontunai makin tumbuh positif seiring pertumbuhan kepesertaan. Termasuk aktivitas penukaran valuta asing lewat e-Buzz BRI yang relatif tinggi setiap harinya,” bebernya. 
https://www.instagram.com/hondafansbali/