Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Gelar Tunggal Remaja Putri Milik Dinda

olahraga
SBC - Prof DR I Made Bandem bersama para juara Stikom Badminton Cup (SBC) yang berakhir Minggu (2/10) di GOR Porwaja Denpasar.

Denpasar, Bali Tribune

Kejuaraan bulutangkis berlabel Stikom Badminton Cup (SBC) ke-4 yang berakhir Minggu (2/10) di GOR Porwaja Denpasar diikuti 500 peserta, termasuk di antaranya dari Australia dan Jepang.

Kejuaraan yang mempertandingkan kelompok usia dini hingga remaja itu, untuk kategori tunggal remaja putri, gelar juara pertama digenggam Putu Dinda sedangkan di bagian putra, Nada Paramarta.

Pada final kemarin, Putu Dinda dari  PB Sakura mengalahkan Wulan dari Denpasar yang berhak atas juara II, sedangkan juara III bersama diraih Asti Widasari dan Destin dari PB Bima Sakti.

Sementara di bagian tunggal remaja putra, Nada Paramarta dari SMAN 1 Denpasar menempati podium tertinggi, diikuti Agung Suptayana dari SMAN 1 Denpasar juga, dan juara III bersama yakni Bayu Aditya dari SMK 4 Denpasar serta Ari Pradipta dari SMK Wira Harapan.

Sedangkan untuk kategori perorangan taruna putra, juara I Aditya dari
Denpasar, runner up Agus Aldi dari Denpasar, juara III bersama disabet
Ova dari PB Bisma dan Feri Rafli dari SMAN 1 Kuta. Di bagian putri kelompok ini, juara I menjadi milik Bintang dari PB Cahaya, Santi
Pratiwi dari SKB Klungkung sebagai juara II, serta juara III masing-masing Siti Nur Inaya dari PB Avanti Makasar dan Ulfianti juga dari PB Avanti Makassar.

Pembina Yayasan Widya Dharma Santi--yayasan pendiri Stikom, Prof. DR I Made Bandem MA, di sela-sela penutupan kemarin, mengatakan peserta SBC tiap tahun terus meningkat. Jika tahun lalu hanya 200 lebih peserta, kini mencapai dua kali lipatnya.

Dikatakannya, Stikom memang tetap memiliki komitmen tinggi untuk menghelat kejuaraan bulutangkis ini. “Kejuaraan sekarang ini mempertandingkan lima kategori yakni usia dini, anak-anak, pemula, remaja dan taruna. Bahkan tahun ini animo cukup tinggi, karena dari 270 peserta pada tahun lalu, kini menjadi 500 peserta,” kata Made Bandem didampingi Ketua Stikom Bali, Dadang Hermawan.

Kejuaraan itu dihelat tiap tahun, diakui mantan Ketua Umum Pengprov
PBSI era 1990 dan menjabat dua periode itu, demi memberikan pasokan
pebulutangkis potensial dan masa depan Bali, yang lahir dari kejuaraan tersebut.

wartawan
Djoko Purnomo
Category

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.