Diposting : 3 October 2016 12:47
Djoko Purnomo - Bali Tribune
olahraga
SBC - Prof DR I Made Bandem bersama para juara Stikom Badminton Cup (SBC) yang berakhir Minggu (2/10) di GOR Porwaja Denpasar.

Denpasar, Bali Tribune

Kejuaraan bulutangkis berlabel Stikom Badminton Cup (SBC) ke-4 yang berakhir Minggu (2/10) di GOR Porwaja Denpasar diikuti 500 peserta, termasuk di antaranya dari Australia dan Jepang.

Kejuaraan yang mempertandingkan kelompok usia dini hingga remaja itu, untuk kategori tunggal remaja putri, gelar juara pertama digenggam Putu Dinda sedangkan di bagian putra, Nada Paramarta.

Pada final kemarin, Putu Dinda dari  PB Sakura mengalahkan Wulan dari Denpasar yang berhak atas juara II, sedangkan juara III bersama diraih Asti Widasari dan Destin dari PB Bima Sakti.

Sementara di bagian tunggal remaja putra, Nada Paramarta dari SMAN 1 Denpasar menempati podium tertinggi, diikuti Agung Suptayana dari SMAN 1 Denpasar juga, dan juara III bersama yakni Bayu Aditya dari SMK 4 Denpasar serta Ari Pradipta dari SMK Wira Harapan.

Sedangkan untuk kategori perorangan taruna putra, juara I Aditya dari
Denpasar, runner up Agus Aldi dari Denpasar, juara III bersama disabet
Ova dari PB Bisma dan Feri Rafli dari SMAN 1 Kuta. Di bagian putri kelompok ini, juara I menjadi milik Bintang dari PB Cahaya, Santi
Pratiwi dari SKB Klungkung sebagai juara II, serta juara III masing-masing Siti Nur Inaya dari PB Avanti Makasar dan Ulfianti juga dari PB Avanti Makassar.

Pembina Yayasan Widya Dharma Santi--yayasan pendiri Stikom, Prof. DR I Made Bandem MA, di sela-sela penutupan kemarin, mengatakan peserta SBC tiap tahun terus meningkat. Jika tahun lalu hanya 200 lebih peserta, kini mencapai dua kali lipatnya.

Dikatakannya, Stikom memang tetap memiliki komitmen tinggi untuk menghelat kejuaraan bulutangkis ini. “Kejuaraan sekarang ini mempertandingkan lima kategori yakni usia dini, anak-anak, pemula, remaja dan taruna. Bahkan tahun ini animo cukup tinggi, karena dari 270 peserta pada tahun lalu, kini menjadi 500 peserta,” kata Made Bandem didampingi Ketua Stikom Bali, Dadang Hermawan.

Kejuaraan itu dihelat tiap tahun, diakui mantan Ketua Umum Pengprov
PBSI era 1990 dan menjabat dua periode itu, demi memberikan pasokan
pebulutangkis potensial dan masa depan Bali, yang lahir dari kejuaraan tersebut.