Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

GELEMBUNG DEMOKRASI, KILAS BALIK 2019 DAN PROYEKSI 2020

Bali Tribune/Putu Suasta, Aktivis Demokrasi, Alumnus Fisipol UGM dan Cornell University
balitribune.co.id | Tahun 2019 yang akan segera berakhir ini layak dijuluki sebagai salah satu tahun paling bising di Indonesia. Di tahun ini, kita menyaksikan bahwa media sosial tidak lagi berfungsi sebagai alat demokratisasi informasi semata, tetapi juga sebagai sarana untuk menciptakan bias dari demokrasi itu sendiri atau alat mendelegitimasi demokrasi. Di tahun ini penggunaan media sosial sebagai alat politik jauh lebih masif dibanding tahun-tahun sebelumnya. 
Peran influencer media sosial atau lazim kita kenal buzzer menjadi semakin signifikan. Maka perjuangan sosial politik di era demokrasi praktis telah beralih ke jagat virtual. Demokrasi riuh seperti buih-buih yang membentuk gelembung tetapi isinya kosong melompong. Inilah yang disebut para kritikus “hidup dalam gelembung realitas” (living in bubble reality).
Harapan untuk membangunan demokrasi yang substansial sempat membumbung ketika media sosial atau internet secara umum mulai marak digunakan sebagai sarana menyampaikan kritik dan menyuarakan aspirasi masyarakat. Sayangnya, di tahun 2019 kita tidak menyaksikan peningkatan kemampuan pemerintah untuk merespon segenap kritik dan aspirasi itu melalui perbaikan yang nyata. Alih-alih, pemerintah justru disibukkan dengan kerja-kerja pecintraan (termasuk melalui media sosial). Pemerintah menghabiskan banyak energi untuk memenangkan pertarungan opini melalui media sosial dan dari hari ke hari kita menyaksikan semakin banyak buzzer yang rela membela setiap kebijakan pemerintah tanpa menghiraukan objektivitas. 
Dalam usaha memenangkan pertarungan opini tersebut, penguasa tanpa rasa sungkan sedikitpun juga berjuang menarik sebanyak mungkin dukungan politik, termasuk dari rival politik. Maka para buzzer yang sebelumnya kita kenal kritis ke pemerintah dan selalu satu suara dengan oposisi, tiba-tiba menjadi pembela pemerintah yang militan.
Kendati dibungkus dengan dalih rekonsiliasi nasional, bergabungnya Gerindra ke koalisi pemerintah dapat disebut sebagai salah satu anekdot demokrasi paling fenomenal di Indonesia. Pada akhirnya masyarakat dapat belajar bahwa pertarungan di tingkat akar rumbut bukan representasi dari pertarungan di tingkat elit. Secara lebih sinis dapat dikatakan bahwa mata oligarki hanya tertuju pada kekuasaan, bukan pada aspirasi para pendukung mereka di lapisan bawah.
Di tingkat akar rumput, demokrasi riuh seperti buih-buih berlomba membentuk gelembung, tetapi di atasnya para elit asyik-masyuk  membagi kue kekuasaan. Masyarakatpun mulai mempertanyakan mamfaat demokrasi. Di satu sisi kita menyaksikan pelaksanaan demokrasi yang riuh, meriah dan penuh hingar bingar, seakan-akan masyarakat benar-benar merayakannya. Di sisi lain kita mendengar suara-suara jenuh yang mempertanyakan mamfaat dari demokrasi itu sendiri. Demokrasi kita hanyalah gelembung.
 
Tantangan  Berat 2020
Terlepas dari pandangan sinis di atas, pantas juga dibanggakan segenap pencapaian kita sebagai bangsa sepanjang tahun 2019 yang terlalu panjang untuk diulas satu per satu. Dengan perasaan lega kita dapat melangkah ke fase baru dan meninggalkan tahun politik penuh tegangan, melangkah maju setelah melewati gesekan sosial di Papua, gelombang demonstrasi di beberapa kota dan berbagai ketegangan lain sepanjang tahun 2019. Semua ketegangan tersebut memberi kita pelajaran penting: bangsa ini membutuhkan sosok pemimpin yang dapat merespon aspirasi masyarakat secara tepat.
Ketika masyarakat semakin terdidik, mereka akan semakin kritis pada pelaksanaan demokrasi. Maka dapat kita pahami mengapa suara-suara kritis terhadap demokrasi Indonesia dari hari ke hari meningkat tajam terutama melalui perangkat-perangkat digital. Tak ada jaminan suara-suara kritis tersebut akan berhenti di tahun mendatang, terutama jika pemerintah tidak serius meningkatkan kemampuan dalam merespon aspirasi  publik. Bisa jadi demokrasi kita semakin bising di tengah tantangan berat yang diprediksi para ahli akan dihadapi semua negara di dunia di tahun 2020.Gelembung demokrasi dapat pecah dan kita hanya menuai keributannya tanpa memetik mamfaatnya. 
Tantangan berat perekonomian dunia 2020 akan mempengaruhi berbagai bidang kehidupan lain. Untuk itu dibutuhkan pimpinan nasional yang benar-benar menjadi representasi kepentingan nasional dan tidak maju mundur untuk menyelamatkan citranya sendiri dengan berusaha menyenangkan semua pihak; pemimpin yang berani mengambil keputusan tak populer untuk memastikan pengisian jabatan penting menurut prinsip meritokrasi, bukan berdasarkan kalkulasi politik.
Demokrasi menjadi sistem yang efektif, hanya jika berada di tangan pemimpin yang berani mengambil keputusan dalam keadaan kritis dan berkata dengan penuh keyakinan: ini tanggung jawab saya. Seorang pemimpin demokrasi tidak perlu mengatakan segala sesuatu, tetapi yang dikatakannya haruslah dapat dipercaya dan dijadikan pegangan seluruh bangsa. Hanya pemimpin seperti itu yang bisa meyakinkan masyarakat bahwa demokrasi adalah sistem terbaik bagi negeri ini dan kita dapat berjalan keluar dari gelembung penuh hingar bingar menuju substansi dari demokrasi itu sendiri. 
Selamat menyongsong tahun baru!
wartawan
Putu Suasta
Category

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Bangli Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik

balitribune.co.id | Bangli - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli untuk meneguhkan komitmen pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Baca Selengkapnya icon click

Perkuat Semangat Vasudhaiva Kutumbakam, Denpasar Maknai Hari Kesaktian Pancasila 2026

balitribune.co.id | Denpasar - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 menjadi momen krusial untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan seluruh elemen masyarakat. Berlandaskan tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", nilai-nilai luhur Pancasila dinilai senantiasa menjadi fondasi kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI di tengah berbagai dinamika zaman.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

balitribune.co.id | Semarapura - Penyakit jantung menempati penyakit kronis dengan biaya termahal yang dijamin BPJS Kesehatan. Tercatat sepanjang 2015-2025, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk membiayai 172,3 juta kasus penyakit jantung. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menuturkan, penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya yang signifikan dalam waktu satu dekade.

Baca Selengkapnya icon click

Gagal Lakukan Perbaikan, OJK Resmi Cabut Izin Usaha PT Credit Saison Indonesia Finance

balitribune.co.id | Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Credit Saison Indonesia Finance (PT CSIF) di Cyber 2 Tower Lantai 29, Jakarta Selatan. Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-57/D.06/2026 tertanggal 24 September 2026.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Polres Jembrana Telusuri Temuan Limbah B3 di Pinggir Jalan Dekat RSU Negara

balitribune.co.id | Negara - Temuan limbah medis yang diduga limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di pinggir Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah selatan Rumah Sakit Umum (RSU) Negara, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, masih dalam penelusuran.

Baca Selengkapnya icon click

Pemasangan Pompa di Estuary Rampung, PDAM Badung Mulai Distribusi Air ke Kuta Selatan

balitribune.co.id | Mangupura - Kabar baik bagi pelanggan Perumda Air Minum Tirta Mangutama Badung. Pompa berkapasitas 800 kilowatt (kW) di Sistem 4 Estuary yang sebelumnya mengalami kerusakan kini sudah selesai dipasang. Pemasangan pompa jumbo tersebut rampung pada Rabu (30/9/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.