Diposting : 21 April 2016 12:16
Viktor Riwu - Bali Tribune
A Jaka (tiga dari kanan) bersama pengurus PUSunda Tabanan yang menjadi panitia perayaan HUT ke-8 PUSunda.

Kuta, Bali Tribune

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ahmad Heryawan, akan menghadiri perayaan HUT ke-8 Paguyuban Urang Sunda (PUSunda) Bali pada Jumat (22/4) esok di Gedung Kesenian Ketut Mario, Tabanan.

Ketua PUSunda Bali, A Jaka Bandung, Rabu (20/4) mengatakan, dalam perayaan HUT ini juga akan dilangsungkan silaturahmi dengan sejumlah tokoh asal Sunda, diantaranya Mayjen TNI Dedi  Kusnadi, dan H Aang Suganda, dan Ketua PUSunda pusat. “Ini kesempatan istimewa, karena di tengah kesibukan, para tokoh itu menyempatkan hadiri pada kegiatan HUT PUSunda untuk menjalin silaturahmi,” katanya.

Lebih lanjut, A Jaka mengatakan, perayaan HUT PUSunda ini juga akan dimeriahkan tim kesenian dari Bandung yang akan menampilkan beberapa jenis kesenian tradisional Sunda di antaranya Tari Topeng, Jaipongan, dan Rampak Kendang. “Penampilan tim kesenian dari Kota Bandung ini juga istimewa. Mereka baru saja pulang dari Thailand untuk menampilkan kesenian khas Sunda. Penampilan di acara HUT nanti akan bernuansa tradisional dengan balutan modern,” ulasnya.

Selain itu, ada pula pasar kuliner dengan aneka makanan khas Sunda. “Sudah banyak stan yang mendaftar untuk membuka stan dengan berbagai jenis jajanan dan hidangan khas Sunda pada acara perayaan HUT nanti,” katanya, didampingi Ketua PUSunda Tabanan, Iwan Kurnia.

A Jaka mengatakan, pihaknya tidak membatasi pengunjung yang datang ke acara HUT nanti. “Siapapun warga Bali asal Sunda diharapkan datang untuk bersama merayakan HUT ke-8 PUSunda sekaligus mengikuti silaturahmi,” ajaknya.

Dia menjelaskan, jumlah warga asal sunda di Bali diperkirakan mencapai puluhan ribu. Ia tidak menyebutkan angka pasti karena ada juga yang tidak mendaftar ke paguyuban ini. Mereka tersebar di seluruh kabupaten/kota di Bali.

Lebih lanjut dikatakannya, warga Sunda di Bali ada yang bekerja sebagai PNS, pejabat, pengusaha. Ada yang di sektor pariwisata dan sektor informal, juga ada yang di Bali untuk melanjutkan studi. “Semuanya kami undang untuk hadir di Tabanan, Jumat nanti, mulai pukul 17.00 Wita,” pungkasnya.