Diposting : 7 August 2018 20:54
Arief Wibisono - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
AA Bagus Adhi Mahendra Putra (tengah) di sela-sela membuka turnamen gangsing.
BALI TRIBUNE - Anggota Komisi IV DPR RI AA Bagus Adhi Mahendra Putra membuka turnamen gangsing di Banjar Marga Sari, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Minggu sore (5/8). Turnamen ini diikuti 16 kelompok pemuda se-Kecamatan Pupuan.
 
Gus Adhi mengapresiasi inisiatif tokoh masyarakat dan para pemuda yang berkomitmen melestarikan permainan tradisional yang menjadi salah satu tradisi warga ini. Turnamen ini diharapkan mendekatkan masyarakat sambil menggali dan melestarikan kearifan lokal.
 
Diperlukan upaya yang lebih serius untuk mengembangkan permainan tradisional ini menjadi olahraga yang punya daya tarik lebih. Termasuk pula memungkinkan dikembangkan menjadi atraksi dan daya tarik wisata.
 
"Kami dorong permainan gangsing ini menjadi olahraga. Lalu dikembangkan menjadi atraksi budaya dan wisata. Tentu ini akan mampu menggerakkan potensi lainnya dia daerah," kata Gus Adhi.
 
Namun untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan dukungan sarana prasarana dan fasilitas. Utamanya perlu ada gelanggang yang memadai untuk menggelar permainan gangsing ini. Lengkap pula dengan fasilitas pendukung seperti tribun penonton.
 
"Kami harapkan Pemerintah Daerah Tabanan mampu memfasilitasi dan mengembangkan permainan gangsing ini di setiap desa," kata tokoh Bali ini yang memang dikenal cinta dan peduli olahraga dan juga sebagai Ketua Umum PPS (Persatuan Pencak Silat) Kertha Wisesa Bali itu.
 
Panitia Turnamen Gangsing Putu Eka Putra Wirawan mengatakan turnamen ini kembali digelar setelah sempat vakum selama enam tahun. Yang membanggakan jumlah peserta kali ini langsung membludak sebanyak 16 kelompok yang masing-masing terdiri atas 10 orang pemain. 
 
Mereka dibagi dalam empat grup yang masing-masing terdiri atas empat kelompok. Juara di masing-masing grup masuk babak semifinal lalu pemenangnya melaju ke final yang puncaknya bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-73 pada 17 Agustus 2018.
 
Tokoh masyarakat Pujungan Jro Wayan Gerana menambahkan permainan gangsing merupakan tradisi yang juga berkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat. Diyakini permainan gangsing mampu menolak bala, mencegah penyakit dan bencana yang disebabkan oleh makhluk halus.