Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Harapan Pelaku Seni, Pemerintah Perhatikan Seni Bapang Barong

Bali Tribune/Putu Hendrawan

balitribune.co.id | Denpasar - Seni Bapang Barong diharapkan mendapat dukungan pemerintah dalam hal melestarikan budaya Bali yang menjadi cikal bakal munculnya pariwisata di pulau ini. Selain keramahtamahan penduduknya yang terkenal hingga ke mancanegara, kekayaan dan keunikan seni budaya di Pulau Seribu Pura tersebut juga menarik perhatian wisatawan dari luar negeri. 

Hal ini sangat penting dikenalkan kepada generasi muda agar tertarik menjadi pelaku seni Bapang Barong. Demikian disampaikan salah seorang pelaku seni dan pariwisata di Kabupaten Badung, Putu Hendrawan saat ditemui di Denpasar beberapa waktu lalu. 

"Cikal bakal pariwisata Bali itu seni dan budaya dan penduduknya. Seperti itu awal sejarah pariwisata Bali. Kenapa seni dan budaya Bali ini sangat penting dilestarikan oleh generasi muda karena berkaitan dengan pariwisata. Jika ini dibiarkan punah dengan sendirinya saya rasa pariwisata pun akan punah," katanya. 

Pihaknya berharap peran pemerintah dalam menjaga kelestarian seni dan budaya Bali dengan mendukung serta mendorong generasi muda untuk menekuni seni Bapang Barong. 

"Saya harapkan peran dari pemerintah. Ayolah lebih diperhatikan karena ini berkaitan dengan pariwisata.  Ayo lebih diperhatikan kegiatan-kegiatan pementasan seni dan budaya Bali ayolah didorong. Jika tidak memperhatikan ini, maka pariwisata akan surut dan PAD pun akan turun," ucap Hendrawan.

Menurutnya, dukungan dan perhatian dari pemerintah sangat diharapkan dalam seni Bapang Barong. Atraksi ini kata dia jangan dianggap hanya sebagai tontotan biasa untuk masyarakat kecil saja. "Kami ingin ini (Bapang Barong) dikemas lebih baik dan diperhatikan oleh pemerintah dan dituntun oleh pemerintah sebagai Guru Wisesa. Sehingga akan menjadi lebih berkembang dan dicintai oleh para generasi muda," harapnya. 

Pemerintah pun perlu untuk mempromosikan kesenian tersebut agar lebih dikenal masyarakat luas. Sehingga wisatawan semakin tertarik datang ke pulau ini yang akan memicu peningkatan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata. "Saya rasa seni dan budaya Bali ini akan lebih dikenal. Sehingga nantinya ada destinasi wisata menonton pertunjukkan Mapang Barong dan Makendang," tutupnya.

wartawan
Ayu Eka Agustini

Pertalite Langka di Tabanan, Pengendara Terpaksa Beralih ke Pertamax

balitribune.co.id I Tabanan – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Kota Tabanan dan sekitarnya memaksa para pengendara beralih membeli Pertamax yang berharga lebih mahal.

Kelangkaan ini dipicu oleh tersendatnya pasokan pengiriman bahan bakar bersubsidi tersebut ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sejak beberapa hari terakhir.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Minim Kontribusi ke PAD, DPRD Tabanan Soroti Suntikan Modal pada Perumda Sanjayaning Singasana

balitribune.co.id I Tabanan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tabanan menyoroti secara tajam rencana suntikan modal daerah bagi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana yang dinilai masih minim memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Evaluasi kritis itu muncul dalam Rapat Kerja Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) di Kantor DPRD Tabanan pada Kamis (27/8/2026).

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Cegah Stunting Lewat Sinergi Ketahanan Pangan dan Dashat

balitribune.co.id | Denpasar - Upaya pencegahan stunting berbasis keluarga terus diperkuat melalui sinergi ketahanan pangan keluarga, Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), keamanan pangan, serta pengelolaan sampah berbasis sumber. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Tim Poltekkes Kemenkes Denpasar di Desa Kesiman Kertalangu, Kecamatan Denpasar Timur, sepanjang Juli hingga September 2026.

Baca Selengkapnya icon click

Cetak Desainer Muda, BI Bali Dorong Wastra Lokal Go Global

balitribune.co.id I Denpasar - Masa depan wastra Bali tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mempertahankan warisan budaya, tetapi juga keberanian generasi muda untuk mengolahnya menjadi karya yang relevan dengan perkembangan zaman. 

Dari tangan para desainer muda, kain tradisional tidak sekadar menjadi simbol budaya, tetapi dapat berkembang menjadi produk fesyen bernilai ekonomi dan mampu menembus pasar global.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.