Diposting : 20 November 2019 12:36
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ Mobil dan tersangka seorang mahasiswa yang menabrak polisi hingga tewas, Selasa dini hari kemarin.
balitribune.co.id | Mangupura - Seorang anggota Direktorat Sabhara Polda Bali, Bripda I Gede Yudha Pratama (21) tewas ditabrak mobil Agya bernomor polisi DK 1374 IA dikemudikan I Made Dwi Apriyana Artha (18) yang di identitasnya berstatus mahasiswa.
 
Informasi yang dihimpun bali tribune mengatakan, kecelakaan itu terjadi depan Toko Bangunan UD Lantjar di Jalan Gatot Subroto Barat, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, Selasa (19/11) sekitar pukul 03.00 Wita. Saat itu, korban bersama beberapa personel Raimas Polda Bali stanby depan UD Lantjar untuk atensi trek-trekan.
 
Kemudian, dari arah timur ada pengendara motor RX King yang melaju beriringan dengan mobil Agya hitam DK 1374 IA. Bripda I Gede Yudha Pratama melangkah ke tengah jalan bermaksud menghentikan pengendara motor. Namun pengemudi Agya yang malah ketakutan.
 
Pemuda beralamat di Canggu, Kuta Utara itu tancap gas hingga menabrak korban. Akibatnya, anggota Polisi asal Banjar Akta, Desa Ketewel Gianyar itu terpental ke utara jalan. Korban dilarikan ke RS Bali Med tapi nasib berkata lain. "Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Bali Med. Tetapi tadi jam tujuh pagi korban meninggal dunia," ungkap seorang petugas.
 
Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa mengatakan, sesuai laporan di Unit Laka, korban meninggal karena mengalami cedera kepala berat dan kaki kiri sampai tungkai bawah remuk. Jenazah masih dititipkan di RS Bali Med. Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, kecelakaan terjadi karena pengemudi mobil kurang hati-hati.
 
Sedangkan hasil pemeriksaan sementara terhadap remaja 18 tahun itu mengaku hilang kendali saat melihat ada polisi ke tengah jalan. Kebetulan dia saat itu tidak membawa STNK mobilnya.
 
“Dugaan sementara sopir ini tidak hati-hati karena takut ditilang polisi. Dimana STNK mobil yang dikemudikannya itu tak dibawa. Karena takut, dia hilang kendali sehingga mobilnya menabrak korban,” ungkap Iptu Oka Bawa.
 
Meski sudah jelas diketahui menabrak korban, namun pihak kepolisian Polres Badung belum menetapkannya sebagai tersangka. Sopir yang berstatus mahasiswa itu masih sebagai saksi dan diamankan di Mapolres Badung. Penyidik masih menggali keterangan untuk menentukan apakah akan jadi tersangka atau tidak.
 
“Dia (sopir) masih sebagai saksi. Tapi dia diamankan di Polres. Kami masih mendalami keterangannya. Apakah dia bagian dari balap liar juga itu yang perlu didalami. Sementara motor RX King yang jadi incaran itu berhasil kabur meninggalkan TKP. Rencana besok (hari ini) kami memeriksa tiga orang saksi,” jelasnya.