Diposting : 1 February 2020 02:41
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/ RUSAK - Bangunan SD 2 Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, nampak pada bagian atap dan plafon jebol akibat angin putting beliung yang terjadi Kamis (31/1/2020) sekitar pukul 17.30 Wita.
balitribune.co.id | Mangupura - Kawasan Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara diterjang angin puting beliung, Kamis (30/1/2020), sekitar pukul 17.30 Wita. Akibatnya, sejumlah bangunan mengalami kerusakan karena terhempas “angin ngelinus”.
 
Kerusakan terparah terjadi pada bangunan Sekolah Dasar (SD) 2 Tibubeneng. Dua ruangan di sekolah itu mengalami kerusakan pada bagian atap. Yaitu ruang belajar dan ruang laboratorium.  Beruntung saat kejadian siswa sudah pulang dan sekolah dalam kondisi sepi, sehingga tidak sampai ada korban jiwa. Selain merusak sekolah, angin puting beliung juga merusak atap beberapa rumah warga.
 
Menurut Camat Kuta Utara Putu Eka Permana, angin puting beliung melanda Desa Tibubeneng, Kuta Utara, bersamaan dengan hujan yang mengguyur sekitar pukul 15.30 Wita. “Kejadiannya singkat sekali. Sekitar pukul 15.30 Wita,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (31/1/2020).
 
Dampak putting beliung selain merusak bangunan SD 2 Tibubeneng juga membuat sejumlah atap genteng rumah warga berhamburan. Data dari pihak kecamatan sedikitnya ada tiga rumah warga dekat sekolah ikut rusak.
 
“Yang rusak berat cuma di SD 2 Tibubeneng. Sementara beberapa rumah warga kalau tidak salah tiga rumah hanya gentengnya aja terbang, tapi tidak banyak,” kata Eka Permana.
Untuk kerusakan SD 2 Tibubeneng saat ini masih dilakukan pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung. Dari hasil pendataan, bagian yang rusak adalah atap dan kerangka yang terbuat dari baja ringan.
 
“Ada dua ruangan yang rusak cukup parah. Satu difungsikan untuk ruang belajar dan satu lagi untuk laboratorium. Nah, ruangan lab ini kebetulan masih dipakai untuk tempat latihan pramuka dan pencak silat. Jadi, belum isi meja komputer,” jelasnya.
 
Ket. foto: plavon ruang kelas yang jebol.
 
Eka Permana pun berharap kerusakan segera diperbaiki. Pasalnya, SD 2 Tibubeneng akan mengikuti lomba tingkat nasional. “Kami sudah usulkan ke BPBD agar segera diperbaiki. Karena sekolah akan ikut lomba tingkat nasional. Dan karena tidak perlu dana banyak, perbaikan bisa pakai dana tak terduga BPBD,” tegas Eka Permana.
 
Sementara pasca bencana putting beliung, Jumat (31/1/2020), aktivitas belajar dan mengajar di sekolah tersebut masih berjalan seperti biasa. Siswa yang ruang belajarnya rusak sementara dipindah dan digabung dengan siswa lain. 
 
“Proses belajar mengajar tetap berjalan normal. Tapi, beberapa siswa terpaksa digabung, sambil menunggu ruangan selesai diperbaiki,” ujar mantan Sekcam Kuta Utara ini.
 
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung dr Ermy Setiari secara terpisah mengaku masih melakukan pendataan dampak angin putting beliung yang terjadi di Tibubeneng. “Saat ini tim kami masih melakukan pendataan ke lapangan,” ujarnya singkat.
Sementara Kepala SD 2 Tibubeneng, Ni Nengah Sukerti  berharap kerusakan ini segera diperbaiki. Pasalnya, labor serta sanggar pramuka akan dipakai untuk kegiatan lomba mewakili Bali di tingkat nasional. 
 
“Kami berharap pihak BPBD Badung segera melakukan kajian serta perbaikannya,” ujarnya.
 
Sukerti juga mengatakan, untuk ruangan kelas yang atap dan plafonnya jebol, siswanya dipindah sementara ke kelas lain yakni di kelas 6b dan 6c. 
 
“Mereka di sana dibagi separo siswa yang di kelas 6a dibawa ke kelas 6b dan 6c. Dan saya rasa itu cukup untuk keadaan darurat seperti sekarang ini,” tegasnya.