Diposting : 20 September 2019 10:22
Arief Wibisono - Bali Tribune
Bali Tribune/dok. Para peserta magang LPK DARMA yang diberangkatkan ke Jepang Rabu (18/09/2019).

Balitribune.co.id | DENPASAR - Kadisnaker dan ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda, di aula ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Rabu (18/09/2019) ketika menutup pelatihan Bahasa Jepang dan melepas 10 peserta magang ke Jepang binaan LPK DARMA (STIKOM Bali Group).

Pada kesempatan ini ia menyampaikan per 31 Agustus 2019 jumlah anak muda Bali yang menjadi peserta magang di Jepang sebanyak 1.180 orang. Mereka tersebar di semua sektor usaha kecil dan menengah di seluruh Jepang. Hadir dalam acara ini Ketua Yayasan Sakura Adonara (induk LPK DARMA) Putri Srinadi, SE., MM.Kom dan Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti (yayasa yang menaungi ITB STIKOM Bali) Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak.

“Jadi anak-anakku sekalian tidak merasa sendirian di Jepang, banyak saudaramu, kakakmu sudah ada di Jepang, Yang terpenting jangan tergiur menjadi ilegal, seperti sudah dipesan oleh pengelola LPK DARMA,” kata Ngurah Arda. Seraya mengingatkan, sekitar 3 hari lalu ada kematian TKW asal Singaraja di Turki. Setelah dilacak, ternyata ilegal, visanya holiday.

Ngurah Arda menjelaskan, di Bali terdapat 238 lembaga pelatihan kerja atau LPK tetapi yang benar-benar menjalankan fungsinya dengan benar hanya 16 LPK, salah satunya adalah LPK DARMA yang didirikan oleh Yayasan Sakura Adonara. “Kami menilai selama ini LPK DARMA sudah menjalankan dua fungsi dengan benar, yakni sebagai lembaga pelatihan Bahasa Jepang sekaligus sebagai lembaga pengirim peserta magang ke Jepang,” tegas Ngurah Arda.

Sebelumnya, Direktur Operasional LPK DARMA Drs. Dede Heryadhy, MM menerangkan saat ini sudah ada 58 orang peserta magang di Jepang yang dikirim oleh LPK DRAMA bekerja sama dengan Sento Cooperative Kyoto sebagai lembaga penerima.

 “Nanti malam kami berangkatkan 10 orang,, mereka bekerja di restoran dan pabrik tahu, sisanya 45 orang lagi diberangkatkan mulai Oktober sampai Desember 2019 sehingga total seluruh menjadi 113 orang. Rata-rata gaji mereka di Jepang, saya sebut yang paling minimal ya, Rp 15 juta per bulan, ini paling minimal,” kata dia.

“Asal anak-anak bisa menggunakan uang dengan benar, mereka bsia nabung Rp 10 juta per bulan. Tapi ada contoh gaji tertinggi yang diterima oleh Trio Sugianto, angkatan pertama yang kami kirim dan sudah setahun di Jepang. Gajinya sekarang Rp 27 juta per bulan,” beber Dede Heryadhy.

“Hitungan kami, selama 3 tahun, mereka bisa bawa pulang Rp 350 juta sampai Rp 400 juta,” lanjut Dede Heryadhy. Dede Heryadhy mewanti-wanti para peserta magang untuk tidak tergiur dengan dengan tawaran kerja menjadi ilegal.

“Di Jepang banyak sekali mafia menawarkan kerja ilegal. Memang gaji lebih besar tetapi status anda sudah ilegal karena melarikan diri dari magang. Jangan kan bepergian ke kota, belanja di toko terdekat saja takut, jadi anda terkurung dalam apartemen. Nah kalau ada masalah, apalagi sampai meninggal dunia, tidak ada yang ngurus,” kata Dede Heryadhy sambil memberi contoh kasus kematian seorang tenaga kerja ilegal asal Bali di Jepang.

Hal yang sama disampaikan Direktur Utama LPK DARMA yang juga Rektor ITB STIKOM Bali, Dr Dadang Hermawan. “Saya harap bapak - ibu juga ikut menasihati anak-anaknya agar tidk tergiur dengan tawaran menjadi tenaga kerja ilegal. Ikuti aturan, magang sampai selesai, apalagi aturan terbaru sekarang bisa sampai 5 tahun, asal balik dulu barulah kami urus lagi sehingga berangkat dengan visa kerja,” terang Dadang Hermawan.

Dadang memaparkan peserta magang binaan LPK DARMA selain berasal dari masyarakat umum juga ada dari mahasiswa STIKOM Bali, terutama dari lulusan SMA Bali Mandara. “Sudah ada 10 orang mahasiswa STIKOM Bali menjadi peserta magang Jepang. Nanti di sana dia tetap melanjutkan kuliah dengan sistem e-learning,” terang Dadang.

Pada bagian lain Dadang Hermawan menyebut, selain mendidik dan mengirim peserta magang ke Jepang, LPK DARMA juga mengirim mahasiswa kuliah sambil kerja di Taiwan dan sebagai mahasiswa internship. “Saat ini ada 24 mahasiswa reguler kuliah di Taiwan dan 6 mahasiswa ITB STIKOM Bali sedang mengikuti intership program di Taiwan,” sebutnya.

Dadang Hermawan menambahkan, saat ini pihaknya sedang mencari mitra kerja lain di Jepang sebagai lembaga penerima peserta magang dari LPK DARMA. “Selama ini kami hanya punya satu lembaga penerima yakni Sento Cooperative Kyoto. Kalau ada dua lembaga penerima lebih bagus lagi sehingga calon peserta yang terdaftar di kami semuanya terserap ke Jepang,” pungkas Dadang Hermawan. (*)