Diposting : 5 June 2018 23:39
Arief Wibisono - Bali Tribune
I Nyoman Cendikiawan
I Nyoman Cendikiawan
BALI TRIBUNE - Lesunya perekonomian rupanya ternyata tidak begitu berpengaruh  terlalu signifikan terhadap kinerja LPD (Lembaga Perkreditan Desa). Bahkan LPD yang digagas mantan Gubernur Bali Prof. IB Mantra ini tetap bertumbuh dengan baik. "Aset LPD rata-rata tumbuh di atas 20 persen, demikian pula dari sisi simpanan. Saat ini aset LPD mencapai Rp 19 triliun lebih," ujar Ketua BKS (Badan Kerja Sama) LPD Bali Drs. Nyoman Cendikiwan,MSi. saat ditemui di sela-sela kegiatan Fun Run 2018 serangkaian menyambut HUT ke-56 BPD Bali, Minggu (3/6) di Renon.
 
Tetap membaiknya pertumbuhan LPD yang tersebar di seluruh Bali ini selain karena makin tingginya kepercayaan masyarakat juga faktor bunga simpanan yang lebih besar. Sedangkan bunga pinjaman di LPD justru lebih rendah dibandingkan lembaga keuangan lainnya. "Ini sejalan dengan tujuan didirikannya LPD untuk membantu dan menguatkan ekononi masyarakat pedesaan," tambah Cendikiawan yang juga Manajer LPD Telepud ini. Ditambahkan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan modal usaha, LPD memberi kemudahan dan keringanan baik dari segi bunga maupun persyaratan. "Persyaratan meminjam sangat sederhana dan prosesnya cepat. Dalam sehari pinjaman bisa cair," tambah Cendikiawan yang dipercaya menakhodai BKS LPD dua periode hingga tahun 2022 nanti.
 
Untuk memajukan kinerja LPD yang jumlahnya saat ini mencapai 1.433, pihak BKS juga saling bekerja sama dengan LPD serta lembaga keuangan lainnya. "Jadi kalau ada LPD yang memerlukan dana untuk nasabahnya, BKS siap membantu selain kerja sama antar LPD yang sudah terjalin selama ini," tegasnya seraya menambahkan kalau saat ini ada dana BKS sebesar Rp 3 triliun yang disimpan di BPD Bali dan beberapa lembaga keuangan lainnya.
 
Ditanya soal penyaluran kredit pascaerupsi Gunung Agung diakui memang dampak erupsi ini masih terasa. Namun dia optimis hal itu secara bertahap mulai normal. "Penyaluran kredit khususnya di beberapa wilayah di Karangasem sudah semakin tinggi," jelasnya. Dan secara umum kredit bermasalah saat ini masih di bawah ketentuan nasional yakni kurang dari 5 persen.
 
Adapun jumlah nasabah peminjam tercatat sekitar 437 ribu dan penabung hampir dua juta rekening. Sebagaimana diketahui keuntungan yang diperoleh LPD selama ini sebesar 20 persen disisihkan untuk kegiatan pembangunan di masing-masing desa adat. Hal ini sangat dirasakan manfaatnya oleh warga.