Diposting : 24 August 2019 15:48
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ JAZZ - Penampilan kolaborasi musisi jazz Indra Lesmana dan seniman Bali I Nyoman Windha menyedot perhatian ribuan penonton baik warga lokal, wisatawan domestik dan mancanegara.
balitribune.co.id | Denpasar -  Penampilan kolaborasi musisi jazz Indra Lesmana dan seniman Bali I Nyoman Windha menyedot perhatian ribuan penonton baik warga lokal, wisatawan domestik dan mancanegara saat malam pembukaan Sanur Village Festival (SVF) XIV, Rabu (21/8/) malam.
 
Indra Lesmana feat Jegog Orchestra membuka dengan komposisi “Rumpun Bambu” yang menyajikan ramuan musik jazz dan alunan gamelan Semara Pegulingan. Dikatakan Indra, kolaborasi ini merupakan reuni dengan maestro seni musik tradisi Nyoman Windha dalam sebuah kolaborasi di acara Megalitikum Kuantum pada 2005 silam, di Garuda Wisnu Kencana.
 
“Saya bersyukur bisa kembali dipertemukan dalam kolaborasi bersama Profesor Windha,” ucapnya.
 
Penampilan Indra dan Windha di Sanur Village Festival 2019 ini juga untuk merespons tema Dharmaning Gesing atau memuliakan bambu, karena sebagian besar instrumen yang digunakan merupakan peranti musik tradisional jegog dari Jembrana yang terkenal itu.
 
Windha yang alumnus Universitas Mills College, Oackland, California (ACC) Amerika Serikat itu mengatakan mendirikan grup setahun setelah berkolaborasi dengan Indra. 
 
Ia menyebut grup ini mengembangkan jegog berlaras 7 nada dengan instrumen semara pegulingan yang dinamakan Jes Gamelan Fusion. Windha pun berupaya mendekatkan nada pentatonis dari instrumen tradisional tersebut mendekati nada diatonis untuk keperluan berkolaborasi dengan musik modern seperti drum, bas, piano dan sebagainya.
 
Selain berkolaborasi dengan Windha, mereka juga ditemani musisi multi-instrumentalis Ron Reeves yang memainkan alat musik tiup asal Hungaria, Tarogato. (u)