Diposting : 16 November 2018 20:30
Redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Foto bersama peserta Kongres Daerah Kelanjutusiaan di Denpasar, Senin (12/11) lalu.
 
BALI TRIBUNE - Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para pengelola dan pelaksana, stakeholder dan mitra terkait tentang Bina Keluarga Lansia (BKL) dan kelanjutusiaan, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali menggelar kegiatan Kongres Daerah Kelanjutusiaan di Denpasar, Senin (12/11). Para lanjut usia (lansia) diharapkan untuk tetap tangguh dan produktif. Karena lansia yang sehat, aktif dan produktif akan memberikan kontribusi bagi keluarga dan lingkungannya. Untuk itu, setiap keluarga diminta untuk mewujudkan lansia tangguh yang sejahtera, mandiri dan bermartabat. "Lansia yang sehat dan mandiri, tidak menjadi beban keluarga. Dan sebaliknya, jika lansia sakit - sakitan menjadi beban keluarga itu sendiri. Perlindungan terhadap lansia adalah bentuk penghormatan bagi lansia," ungkap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali pada saat membuka Kegiatan Kongres. Dikatakan Sentana, jumlah lansia di Indonesia saat ini sebesar 8,69 persen dari total penduduk Indonesia. Dari jumlah lansia sebanyak itu, 50,9 persen lansia yang masih bekerja, 35,8 persen lansia yang tinggal dengan generasinya dan dan 20,04 persen yang tinggal sendiri. Meski demikian, keperdulian keluarga terhadap lansia di Indonesia cukup baik. Hal ini terlihat dari 70 persen lansia yang kondisinya sehat dan mandiri.
 
 "Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat lebih meningkatkan kinerjanya. Program Keluarga adalah siklus hidup berkesinambungan mulai dari Balita sampai Lansia. Keluarga sebagai kunci agar melakukan pendampingan agar lansia bermartabat. Dan lansia yang tangguh dan mandiri, agar dapat berbagi pengalamannya kepada sesamanya dan generasinya," imbuhnya. Kondisi Bali saat ini sudah sangat bagus karena tingkat kelahirannya 2,1 yang akan pertahankan hingga tahun 2024. Selanjutnya fokus BKKBN provinsi Bali kedepan pada pembangunan keluarga lantaran KB-nya sudah bagus. "Menitikberatkan pada pembangunan keluarga. Karena pembangunan Keluarga Berencana  (KB) mengimplemamtisikan dalam berbagai kegiatan, seperti PIK Remaja dan lansia. Melalui keluarga, mari wujudkan lansia tangguh yang sejahtera, mandiri dan bermartabat," ujarnya.  Sementara Sagung Sayu Suryaningsih, Kader BKL Desa Dangin Puri Kaja yang menjadi peserta dalam kegiatan Kongres menyatakan bahwa melalui kegiatan ini para Lansia dapat memotivasi dirinya untuk menjadi Lansia yang sehat dan tangguh, sehingga bisa mandiri dan tidak menjadi beban bagi keluarga. “Syukur-syukur juga sebagai lansia kami dapat mempunyai penghasilan sendiri dengan melakukan kegiatan yang produktif, seperti mejejaitan” katanya.