Diposting : 27 January 2020 08:58
Arief Wibisono - Bali Tribune
Bali Tribune/Kedatangan wisatawan Vietnam menggunakan VietJet melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Minggu (26/1/2020).
balitribune.co.id | Badung - Penerbangan perdana VietJet Tipe Airbus A320-200 dengan Nomor Penerbangan VJ997 dari Hanoi ke Bali, Minggu (26/1/2020) membuktikan link yang selama ini dibangun berlanjut dengan dibukanya penerbangan langsung Hanoi-Bali. Tentu saja dengan adanya penerbangan langsung, VietJet turut mempromosikan Bali yang otomatis menambah jumlah kunjungan wisatawan Vietnam khususnya ke Bali. Begitu disampaikan Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Ngurah Rai Suryawijaya (Gung Rai) usai menyambut kedatangan wisatawan asal Vietnam yang terbang perdana dengan VietJet. 
 
"Apa yang kita lakukan hasil approach (pendekatan) dari Bank Indonesia yang memfasilitasi melalui Duta Besar Indonesia di Vietnam juga Duta Besar Vietnam di Indonesia sehingga terjalin kerjasama ini," ungkap Gung Rai, sembari berujar, proses kerjasama ini paling cepat, tinggal sekarang bagaimana mengatur slotnya saja kedepan. Bahkan untuk operasional (handling) di Bali semuanya menggunakan tenaga lokal. 
 
Sedangkan Kepala KPw BI Bali, Trisno Nugroho yang didampingi Dubes Vietnam dari tempat yang sama juga menyampaikan, penerbangan langsung Hanoi-Bali memiliki arti penting, selain mempersingkat waktu terbang juga menekan biaya, apalagi VietJet termasuk meskapai Low Coast Carrier atau penerbangan dengan biaya murah, otomatis akan menarik wisatawan asal Vietnam yang akan datang ke Bali.
 
“Berharap dengan adanya penerbangan langsung ini mampu menciptakan sumber-sumber baru pendapatan bagi pariwisata Bali,” katanya yang merasa optimis kedepan jumlah wisatawan Vietnam akan semakin bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu, lantaran hubungan baik kedua negara yang sudah terjalin sangat baik. 
 
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) yang juga hadir menyambut penerbangan perdana VietJet, memandang hubungan kedua negara memiliki nilai strategis, dimana wisatawan Vietnam bisa langsung terbang ke Bali tidak perlu transit, begitupun dengan wisatawan lainnya yang terbang dari Vietnam bisa langsung ke Bali.
 
“Kedepan peluang ini sangat bagus buat kita, apalagi Vietnam bisa jadi Hub dalam berpromosi pariwisata Bali diantara negara-negara ASEAN ataupun sekitarnya,” tukasnya.  
 
Mengutip data statistik Angkasa Pura (AP) I, Bandara Internasional I Guati Ngurah Rai, kedatangan wisatawan asal Vietnam,  tahun 2018 lalu yang masuk ke Bali tercatat sebanyak 21.155 jiwa. Sedangkan di tahun 2019 ada 39.818 wisatawan asal Vietnam. Angkanya tumbuh sangat bagus, mencapai 88%. Sedangkan untuk wisatawan dari negara kawasan Indocina lain, di tahun 2019 lalu tercatat sebanyak 8.439 wisatawan asal Kamboja datang di Bali, naik 119% dibanding dengan catatan di tahun 2018. Untuk Laos dan Myanmar juga bertumbuh, masing-masing dengan pertumbuhan sebesar 39% dan 25%.
 
Seperti diketahui, semenjak beroperasi menghubungkan Ho Chi Minh City dengan Bali terhitung pada akhir bulan Mei tahun 2019 lalu, tercatat VietJet Air telah menerbangkan sebanyak 330 pesawat udara selama tahun 2019, dengan rincian 165 pesawat tiba di Bali dan 165 pesawat meninggalkan Bali. Pesawat sebanyak itu tercatat mengangkut 27.070 penumpang yang datang ke Bali, serta 27.366 penumpang yang berangkat meninggalkan Bali. Secara total, dari bulan Mei hingga Desember 2019, VietJet telah menerbangkan 54.436 penumpang dengan rute Ho Chi Minh City - Bali.