Diposting : 10 October 2018 08:22
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa
BALI TRIBUNE - Hingga saat ini sudah lima provinsi memastikan mengirim taekwondoinnya ke ajang kejuaraan taekwondo Denpasar Open, 19-21 Oktober 2018 di GOR Lila Bhuana Denpasar.
 
Lima provinsi yang dipastikan ikut, yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, NTB, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Selain itu kabupaten/kota seluruh Bali dipastikan mengirim atletnya ke kejuaraan yang sebelumnya bertajuk Walikota Cup tersebut.
 
“Kalau peserta dari Bali sendiri pastinya dari pengkab dan pengkot seluruh Bali, kejuaraan nanti akan sangat bergengsi karena taekwondoin provinsi lain, yang boleh jadi adalah atlet andalan di Pra-PON akan turut serta,” ucap Ketua Umum Pengkot TI Kota Denpasar, Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Selasa (9/10).
 
Terkait berubahnya title kejuaraan, menurut dokter yang murah senyum ini, karena ajang Walikota Cup ada waktu gelarannya tersendiri, yakni di bulan Februari setiap tahunnya. Pihaknya juga bakal menggelar Kejuaraan taekwondo Walikota Cup di bulan tersebut.
 
Ia mengatakan Denpasar Open mempertandingkan untuk kategori taekwondoin senior dan lainnya, sedangkan Walikota Cup yang bakal dihelat tahun depan bersamaan dengan HUT Kota Denpasar, hanya diikuti taekwondoin pemula.
 
“Denpasar Open ini merupakan ikon untuk pertandingan senior, seperti daerah lainnya yang menggunakan titel Bupati Cup. Jadi otomatis di tahun depan, bakal ada dua kejuaraan taekwondo secara rutin dan terprogram, yakni Denpasar Open dan Walikota Cup,” kata dokter yang akrab disapa Laksmi Duarsa ini.
 
Perubahan nama tersebut diakuinya, telah diajukan izin ke Pengprov TI Bali, dan direspon jika hal itu tidak masalah. Bahkan TI Bali sebagai pihak yang berwenang telah mengeluarkan izin pelaksanaan kejuaraan di Bali.
 
Menyoal peserta kejuaraan Denpasar Open sendiri wanita yang berprofesi sebagai dokter kulit dan kecantikan itu, bakal diikuti 1.200 taewondoin termasuk taekwondoin dari 5 provinsi tersebut termasuk Bali sebagai tuan rumah.
 
Diharapkan untuk pengkab dan pengkot TI di Bali mengirimkan taekwondoin putra dan putri terbaiknya, karena kejuaraan itu juga sebagai ajang pemantauan bagi TI Bali, dalam merekrut taekwondoin berprestasi yang nantinya dimasukkan ke pelatda taekwondo TI Bali.