Diposting : 20 August 2019 21:09
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ MENDARAT - Turis dari Sydney, Australia sesaat setelah mendarat disambut di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai.
balitribune.co.id | Kuta -  Wisatawan asal Australia semakin mudah untuk mengakses destinasi Bali. Pasalnya, sejumlah maskapai telah melakukan penerbangan langsung dari Bali ke Australia. Salah satunya adalah maskapai penerbangan anggota Lion Group asal Malaysia, Malindo Air, resmi membuka rute penerbangan yang menghubungkan Sydney, Australia, dengan Bali. 
 
Penerbangan ini dimulai Kamis (15/08) dengan nomor penerbangan OD-172, pesawat mendarat di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai pada pukul 17.28 WITA. Sebelumnya, pesawat mengudara dari Bandar Udara Internasional Sydney pada pukul 12.40 waktu setempat di hari yang sama. Penerbangan dengan jarak tempuh 4.600 Km tersebut memakan waktu perjalanan kurang lebih 6 jam 48 menit.
 
Dari data manifest, diketahui bahwa pesawat dengan tipe Boeing 737-800 tersebut mengangkut sebanyak 137 penumpang, dengan rincian 133 penumpang dewasa dan 4 penumpang anak-anak. Penerbangan ini, semakin menambah jumlah penerbangan yang melayani kota terpadat di Australia ini dengan Bali. 
 
General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado menyampaikan jika sebelumnya, sudah ada empat maskapai yang melayani rute ini (Sydney - Bali). "Dengan inaugural flight maskapai Malindo Air ini, menambah pilihan bagi wisatawan Australia, khususnya wisatawan asal negara bagian New South Wales di mana Kota Sydney berada, untuk terbang menuju Bali,” katanya. 
 
Malindo Air resmi bergabung dengan Garuda Indonesia, JetStar, Qantas, dan Virgin Australia, sebagai maskapai penerbangan yang menghubungkan ibukota Negara Bagian New South Wales dengan Pulau Dewata.
 
Menurut jadwal, penerbangan tersebut dilayani dengan frekuensi tujuh penerbangan setiap minggunya. Untuk rute Bali-Sydney akan dilayani setiap hari dalam satu minggu. Pesawat dengan nomor penerbangan OD-171 tersebut dijadwalkan berangkat dari Bali setiap pukul 22.35 WITA, dan akan tiba di Sydney pada pukul 06.40 waktu setempat di hari berikutnya.
 
Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia, Edy Wardoyo menyampaikan, tahun ini, Kemenpar menargetkan 1,5 juta kunjungan wisatawan dari Australia. Bagi Australia, Bali merupakan destinasi yang paling favorit. "Kemenpar memberikan apresiasi yang tinggi kepada Malindo Air yang terus aktif membuka rute-rute baru dari Australia ke Denpasar, setelah April lalu Malindo membuka rute dari Adelaide ke Denpasar," ucapnya.
 
Penerbangan ini akan memberikan tambahan seat capacity ke Indonesia sebanyak 23.472 pax hingga akhir tahun ini. "Kami berharap pembukaan rute ini akan memperkuat tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga perdagangan antara Australia dengan Indonesia,” tambah Edy. 
 
Pada tahun 2018, tercatat jumlah wisatawan asal Australia yang datang berkunjung ke Bali sebanyak 1.185.557 wisatawan. Jumlah ini menempatkan Negeri Kanguru di urutan kedua sebagai negara dengan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali terbanyak. Sedangkan selama semester pertama 2019, sebanyak  557.133 wisatawan asal Australia tercatat berlibur ke Bali. Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2018 lalu, terdapat pertumbuhan sebesar 2% pada semester pertama tahun 2019 ini. (u)