Diposting : 26 August 2016 15:00
ayu eka - Bali Tribune
festival
Keterangan Gambar: 
Menteri Pariwisata secara resmi membuka SVF 2016 dengan membunyikan bedug dan rebana.

Denpasar, Bali Tribune


Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menilai Sanur Village Festival (SVF) merupakan salah satu festival yang konsisten dalam pelaksanaan dan mampu mengimplementasikan keinginan warga serta mengeksplorasi potensi yang dimiliki Desa Sanur. Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada pembukaan Sanur Village Festival ke-11 tahun 2016 di area Maisonettee kawasan Inna Grand Bali Beach,
Rabu malam (24/8).

Selain itu, Sanur menurutnya  adalah benchmark dari "community based tourism" atau pariwisata berbasis komunitas terbaik di Indonesia. Bahkan dalam setiap perjalanan ke berbagai destinasi, pihaknya selalu mengimbau daerah lain untuk belajar pariwisata berbasis masyarakat dan berkelanjutan ke Sanur.

Menteri Pariwisata secara resmi membuka SVF 2016 bersama Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Hermawan Kertajaya, Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra dan Ketua Umum SVF, IB Gde Sidharta Putra dengan membunyikan bedug dan rebana.

Arief Yahya juga mengapresiasi tema Tat Twam Asi pada SVF tahun ini yang diyakini memiliki korelasi pada implementasi kepedulian terhadap pelanggan (customer care) yakni pelayanan prima.

Sementara itu Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menyatakan bahwa Sanur telah penuh semangat membangun pariwisata berbasis kemasyarakatan melalui SVF yang membuktikan adanya komitmen dan kosistensi secara berkelanjutan guna mempromosikan pariwisata.

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM RI, Hermawan Kertajaya mengapresiasi kemajuan pariwisata di Sanur yang memberikan dampak terhadap keberadaan usaha kecil menengah (UKM). Dia mengatakan semua UKM yang terlibat dalam festival ini berangkat dari bawah dan mereka bersatu padu membangun pariwisata. “Jika pariwisata maju, tentu akan beriringan dengan kemajuan sektor UKM yang ada,” kata pakar marketing ini.

Ketua Umum SVF 2016, IB Gde Sidharta Putra (Gusde) mengatakan melalui tema Tat Twam Asi akan membiasakan tentang pentingnya menciptakan ruang harmoni bagi kehidupan di tengah maraknya berbagai macam konflik yang mendera bangsa ini. “Bersandar pada Tri Hita Karana, diharapkan sebuah laku yang mengedepankan aku adalah engkau dan engkau adalah aku dapat dijalankan ke berbagai aspek kehidupan termasuk juga pada alam dan lingkungan hidup,” katanya.

SVF tahun ini yang berlangsung pada 24-28 Agustus 2016 diawali peluncuran informasi digital dalam genggaman tentang rute menikmati Sanur dengan bersepeda yakni Sanur Cycling Route Aps oleh iDiscover.

Dalam SVF tahun ini program yang digelar hampir serupa dengan tahun sebelumnya, namun ada beberapa program baru yang menjadi rujukan semakin penuh warna. Program baru tersebut diantaranya Bali Triathlon, Tennis Tournamen, Futsal Tournamen, Pameran Nasional Seni Lukis Cat Air Indonesia, saresehan foto, kontes burung berkicau.

Sementara itu, program yang kembali digelar seperti kompetisi balap jukung, food bazaar, malam seni dan budaya, pawai budaya, dialog budaya, kompetisi olah raga air, festival layang-layang, fashion show, body painting, on the spot painting,  jelajah Sanur dengan bersepeda, pameran dan kontes fotografi, culinary challenge, aksi lingkungan hidup yaitu penanaman terumbu karang.