Diposting : 24 August 2019 15:46
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ SFV - Menpar Arief Yahya saat membuka SFV 2019
balitribune.co.id | Denpasar - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya saat membuka Sanur Village Festival (SVF) XIV/2019 menyampaikan bahwa pariwisata menjadi andalan devisa yang secara nasional pada 2018 ini memberikan kontribusi 19 miliar dolar AS, mengungguli migas dan batubara. "Pariwisata Bali sendiri menyumbang 40% dari devisa pariwisata nasional sebesar 7,6 miliar dolar AS yang setara sekitar Rp100 triliun," sebutnya dihadapan para pelaku pariwisata Bali. 
 
Menurut dia, hal ini adalah kabar menggembirakan bagi pelaku pariwisata Indonesia dan Bali khususnya. "Ini berita bagus untuk para pelaku pariwisata," cetusnya. 
 
Dalam kesempatan tersebut pihaknya menyatakan bahwa SVF menjadi trending topic nasional. "Jadi di medsos (media sosial) acara ini sangat populer. SVF untuk kedua kali telah menjadi top ten event nasional. Kebanggaan untuk masyarakat Bali dan Sanur," kata Arief. 
 
Disamping itu, Sanur yang merupakan desa wisata dan berada di kawasan pesisir kata dia selalu dijadikan model community based tourism (CBT) yang mengedepankan pariwisata berkelanjutan. "Di dalam sustainable tourism development kita mengenal 3 hal yaitu menghormati lingkungan, kedua melestarikan community (orang-orangnya), ketiga prosperity (budaya dan alam semakin dilestarikan maka semakin menyejahterakan)," paparnya.
 
Pihaknya pun menyerahkan secara langsung Satya Lencana Kepariwisataan dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada tokoh Sanur Ida Bagus Tjetana Putra atau kini dikenal sebagai Ida Ratu Peranda Dwija Ngenjung atas jasanya ikut memajukan pariwisata.
 
Hadir dalam cara pembukaan diantaranya Menteri Koperasi dan UKM AA Puspayoga, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Kapolda Bali Petrus Reinhard Golose, Wakil Wali Kota Denpasar Jayanegara.
 
Ketua Yayasan Pembangunan Ida Bagus Gede Sidharta Putra yang akrab disapa Gusde mengatakan, Sanur memiliki potensi pengembangan pariwisata yang sangat potensial seiring dengan kebutuhan pasar saat ini. Pantai Matahari Terbit merupakan salah satu bagian dari rancangan pembagian ruang dan pengembangan destinasi kawasan Sanur.
 
Gusde yang juga Ketua PHRI Denpasar mengatakan, Sanur memiliki posisi yang sangat strategis dan penting bagi Kota Denpasar, dimana 40% PAD atau 80% total PHR Kota Denpasar berasal dari Sanur. Selain itu 11% pangsa pasar pariwisata Kota Denpasar bagi Bali, 8% diantaranya berasal dari Sanur. 
 
Ia menambahkan untuk itulah keberadaan Sanur layak untuk diperhatikan dan masyarakat sendiri terus menjaga alam diantaranya melalui tema festival Dharmaning Gesing menjadi pengingat untuk berempati memuliakan bambu dan lingkungan, selaras dengan filosofi Tri Hita Karana.
 
Sanur juga masuk dalam Global Sustainable Tourism Council yang mendorong warga serius melaksanakan kegiatan pariwisata berkelanjutan dengan dukungan bidang sosial budaya, ekonomi dan lingkungan. Sanur juga menjadi anggota Suistainable Tourism Observatory dari PBB.
 
Sejumlah program mewarnai festival ramah lingkungan ini diantaranya bersih-bersih, penanaman pohon, konservasi terumbu karang serta beragam kampanye hijau baik pada anak usia sekolah maupun masyarakat umum, kompetisi jukung, selancar angin, dan bonsai. (u)
https://www.instagram.com/hondafansbali/