Diposting : 18 December 2018 22:57
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
PUNCAK LIBURAN - Suasana di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai jelang puncak libur Natal dan Tahun Baru.
BALI TRIBUNE - Pulau Bali tampaknya masih tetap menjadi destinasi favorit untuk wisatawan domestik dari berbagai daerah di Tanah Air. Pasalnya, berdasarkan keterangan dari pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sejumlah maskapai telah mengajukan penerbangan tambahan menuju dan dari Bali pada momen liburan Natal juga Tahun Baru 2019 (Nataru).
 
Communication & Legal Section Head Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, baru-baru ini di bandara setempat, Badung, mengatakan jika seperti Nataru tahun-tahun sebelumnya pihak pengelola bandara mulai mempersiapkan berbagai hal menyambut peningkatan pergerakan penumpang.
 
“Untuk Natal dan Tahun Baru 2019 kita seperti biasanya menyediakan posko efektifnya mulai 20 Desember 2018 sampai 6 Januari 2019,” ungkap Arie. Menurutnya, sementara sudah ada permintaan 50 extra flight atau penerbangan tambahan dari/ke Bali untuk rute domestik. “Extra flight terus akan bertambah. Memang sudah ada permintaan extra flight,” ujarnya.
 
Arie menyebutkan, pengajuan extra flight sementara yang diterima pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yakni didominasi rute dari Surabaya, Jakarta dan Lombok. Jika dilihat dari tren Nataru sebelumnya, momen libur panjang untuk hari besar keagamaan dan menutup serta menyambut tahun Masehi tersebut cenderung membawa kenaikan penumpang di bandara satu-satunya di Bali ini.
 
“Pasti ada kenaikan, berasumsi 10 persen bisa kalaupun bisa lebih tinggi. Kalau tahun baru, cenderung domestik yang signifikan naik. Sampai dengan sekarang mengaca pada extra flight yang diajukan hampir semua domestik,” beber Arie.
 
Lebih lanjut dia mengatakan, puncak peningkatan pergerakan penumpang untuk libur Natal diperkirakan mulai terjadi pada 23-24 Desember 2018. Sedangkan untuk Tahun Baru 2018 diprediksi terjadi pada H-2. “Per hari sekarang pergerakan pesawat rata-rata 446 penerbangan dan penumpang 64 ribu pax,” ujarnya.
 
Menyambut peningkatan arus penumpang baik domestik dan internasional di bandara tersebut, pihak manajemen melakukan atensi keamanan untuk mengantisipasi adanya potensi pelanggaran hukum di area sisi darat dan cuaca karena bertepatan musim hujan.
 
“Fasilitas harus tetap terjaga baik X-ray, personil dan CCTV dan landasan dan apron/tempat parkir pesawat. Takutnya kan sekarang gempa kecil-kecil dari Lombok sering muncul, kita antisipasi dengan perbaikan struktur bangunan dan landasan maupun apron,” papar Arie.
 
Sementara itu, GM Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, mengatakan, momen Nataru adalah kegiatan tahunan yang telah disiapkan oleh pihak bandara. “Kita siapkan SDM, kapasitas terminal 86 ribu per hari bisa kita antisipasi. Rata-rata 10 persen jumlah penumpang naik dari hari biasa. Sekarang perbandingan penumpang kebanyakan internasional 52 persen dan domestik 48 persen,” tutupnya.