Diposting : 18 April 2016 12:35
habit - Bali Tribune
Wagub Sudikerta (ketiga dari kiri). H. Abdul Aziz, Ketua PWNU Bali (kedua dari kanan)

Denpasar, Bali Tribune

Dalam Musyawarah Kerja Wilayah yang pertama ketua Pengurus Wilayah Nahdltul Ulama (PWNU) Provinsi Bali, H. Abdul Aziz mengatakan, NU sangat merindukan pejabat yang bisa bersama sama memajukan Bali khususnya, bukan hanya NU. "Kebersamaan itu sangat diharapkan, apalagi NU bisa selalu mengikuti perkembangan jaman. Dan itupun tidak menyalahi aturan. NU bisa ikut bersama sama dan ada dimana mana," ujarnya.

Lantas ia mengatakan, sangat bangga dengan kehadiran Wakil Gubernur Bali, I Ketut Sudikerta yang mampu mengayomi warga NU. "NU bisa jadi pelopor utama dan perekat dimasa masa sekarang, karena perkembangan jaman dan tehnologi. Apalagi arti dari tema kali ini, tidak lepas dari kepentingan negara dan pemerintah. Yang mampu menyatukan pemikiran nasionalis dan agama," tuturnya.

Meski demikian dalam muskerwil kali ini ada tiga rekomendasi yang disampaikan pada pemerintah yang mesti dijadikan prioritas antaranya, Narkoba, Terorisme, dan LGBT.

Disamping itu Wagub Sudikerta juga menyampaikan, pentingnya kehadiran warga NU ditengah tengah keberagaman masyarakat. "Perwujudan agama mesti mampu mengakomodir kegiatan sosial, politik, ekonomi," ujar Wagub. Ia juga mengajak kaum nahdliyin  berusaha secara maksimal memahami tuntunan agama kita masing masing.

Menyikapi rekomendasi yang ditelurkan dari Muskerwil NU kali ini Wagub mengatakan, Narkoba ini bukan persoalan yang baru, tapi persoalan bangsa dan negara, pencegahannya mesti dari keluarga. "Ada indikasi bahaya narkoba untuk menghancurkan negara kita. Namun demikian persoaln ini bukan hanya milik negara, kita cegah mulai dari diri kita dan keluarga kita," lugasnya. Rekomendasi itu memang pantas diberikan pada pemerintah, baik pencegahan dan tindakan hukumnya, dan itu kita sepakat.

Lantas penanganan teroris, Wagub sepakat wujudkan Bali yang kondusif. Pasalnya, berbagai cara digunakan masuknya teroris ke masyarakat. "Saya menghimbau mari  kita bersatu padu, jangan mau di adu domba satu sama lain, dan perlu adanya penguatan secara intensif," katanya lagi.

Dan yang terakhir terkait LGBT, hal ini sama sekali tidak dibenarkan dalam agama apapun. Kegiatan macam ini jangan diberikan kesempatan, tegakkan hukum. "Apapun hasil rekomendasi akan kita pakai sebagai pondasi pembangunan kehidupan beragama di provinsi Bali,"pungkasnya.

Palantikan Muskerwil I, Masa Khidmat 2015 - 2020. Minggu (17/4/2016) digelar di  Hotel Oranjje Jalan Hayam Wuruk Denpasar dengan mengusung Tema "Meneguhkan Islam Nusantara Yang Rahmatan Lil Alamin Dalam Menjaga NKRI".