Diposting : 13 February 2018 21:50
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
nelayan
Keterangan Gambar: 
Ratusan siswa nampak mengumpulkan sampah hasil susur mangrove di kawasan Estuari Dam, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (11/2).
BALI TRIBUNE - Kelompok Nelayan yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (Kube) Segara Guna Batu Lumbang, Pokmaswas Mina Werdhi Batu Lumbang bersama ratusan siswa dan mahasiswa menggelar aksi bersih-bersih sampah  di kawasan Estuari Dam, Desa  Pemogan, Kecamatan Denpasar Selatan, Minggu (11/2). 
Dengan menggunakan kano, ratusan siswa memungut sampah-sampah yang mengotori kawasan mangrove tersebut.
 
“Kegiatan ini tidak hanya sekedar  mengumpulkan sampah plastik, namun juga ini menjadi edukasi penyadaran terhadap lingkungan kepada masyarakat khusunya siswa sekolah sebagai generasi muda untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka aksi  bersih-bersih mangrove, Minggu (11/2) lalu.
 
Dikatakan Rai Mantra, generasi muda sebagai subjek disamping pemerhati juga dapat menjaga lingkungan. Nantinya dari pelaksanaan susur mangrove kerjasama Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan dengan kelompok usaha bersama Segara Guna Batu Lumbang, Pokmaswas Mina Werdhi Batu Lumbang Kota Denpasar, mampu meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan yang juga sebagai suatu unsur kebudayaan. Hal ini tak terlepas dari hutan manggrove sebagai paru-paru Kota Denpasar dengan keberadaan sampah yang dibawa air hingga kelaut dapat menggangu kehidupan berbagai biota laut dan juga kebersihan manggrove. “Kegiatan susur manggrove dapat dilaksanakan setahun empat kali yang tak terlepas dari keberadaan hutan manggrove selain sebagai pariwisata juga berperan penting dalam keberlangsung kehidupan. Hal ini perlu kita pahami bersama, dengan kepedulian kelompok nelayan yang menaruh harapan kepada generasi muda dalam meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,’’ ujar Rai Mantra.
 
Ketua kelompok usaha bersama Segara Guna Batu Lumbang, Pokmaswas Mina Werdhi Batu Lumbang, Kona Antara mengatakan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada siswa sekolah tentang pentingnya keberadaan hutan manggrove terhadap masyarakat luas dan masyarakat pesisir. Susur mangrove tahun ini diikuti 100 orang siswa sekolah SMA/SMK dan universitas yang dibagi menjadi 50 tim, dan komunitas diikuti 50 orang yang dibagi menjadi 25 tim.