Diposting : 4 August 2018 22:59
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
I.B. Aditya Jayaantara (kiri), Hizbullah (tengah), Luthfy Zain Fuady
BALI TRIBUNE - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal menyelenggarakan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2018 di Denpasar pada 1-3 Agustus 2018. Diberbagai kota di Indonesia telah diselenggarakan kegiatan ini sejak tahun 2015. Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra, Hizbullah, Rabu (1/8) di kantor setempat mengatakan bahwa Denpasar menjadi kota keempat diselenggarakannya SEPMT di tahun 2018 ini setelah sebelumnya di Surabaya, Semarang, dan Batam.
 
Kegiatan ini kata dia untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khususnya di daerah atas informasi aktual perkembangan di pasar modal. Kedua, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam berinvestasi yang cerdas dan aman. Ketiga, sebagai bentuk ajakan persuasif kepada masyarakat untuk dapat menjadi investor di pasar modal dan yang terakhir adalah sebagai wujud kongkret dari recycle pungutan OJK. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal khususnya di Kota Denpasar.
 
Disebutkan Hizbullah didampingi Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 1A OJK, I.B. Aditya Jayaantara dan Direktur Pengaturan Pasar Modal OJK, Luthfy Zain Fuady, berdasarkan survei indeks literasi keuangan tahun 2016, indeks pasar modal nasional sebesar 4,4 persen meningkat dari yang sebelumnya di tahun 2013 yaitu sebesar 3,79 persen.  "Artinya dari 2013–2016 mengalami peningkatan sebesar 0,61 persen. 
Sedangkan untuk indeks inklusi nasional tahun 2016 juga mengalami peningkatan dari 0,11 persen di tahun 2013 menjadi 1,25 persen di tahun 2016, meningkat sebesar 1,14 persen," sebutnya.
 
Secara umum, jumlah investor pasar modal sektor saham di Provinsi Bali per Juni 2018 berjumlah 12.582 investor. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Provinsi Bali pada tahun 2015 yaitu 4.152.800 jiwa, maka yang berinvestasi di sektor saham kurang lebih sebesar 0,30 persen dari total jumlah penduduk.
 
Hingga saat ini terdapat 3 jumlah emiten yang berdomisili kantor pusat di Provinsi Bali yaitu PT Bali Towerindo Sentra Tbk, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk, dan PT Island Concepts Indonesia Tbk. Sedangkan perusahaan efek ada 15 kantor cabang yaitu Reliance Sekuritas, Valbury Asia Sekuritas, Mirae Asset Sekuritas, BNI Sekuritas, Sinar Mas Sekuritas, Kresna Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Panin Sekuritas, UOB Kay Hian, OSO Sekuritas, Phillip Sekuritas, Henan Putihrai Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, MNC Sekuritas, dan RHB Sekuritas Indonesia. Manajer investasi 
ada 1 kantor cabang yaitu Trimegah Asset Management.