Diposting : 14 December 2018 20:23
Djoko Purnomo - Bali Tribune
Nyoman Sukanada
BALI TRIBUNE - Lantaran belum adanya bantuan dana dari KONI Bali, Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Bali akhirnya batal mengirimkan tim volinya untuk turun di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Voli yang dihelat Desember ini, di Jakarta.
 
“Ya kami batal mengirimkan tim ke kejurnas, karena memang dana KONI Bali masih belum ada. Tapi setelah saya baca di media akhirnya kami memaklumi. Terpenting Pemerintah juga janganlah memandang sebelah mata ke KONI Bali,” ungkap Ketua Umum PBVSI Bali, Nyoman Sukanada, Kams (13/12).
 
Karena semua itu, akibatnya dana pengajuan Rp 30 juta yang diajukan ke KONI Bali, akhirnya tak bisa dipenuhi dan diputuskan rapat pengurus PBVSI Bali untuk tidak mengirimkan timnya ke kejurnas. Namun tahun depan dipastikan kejurnas bakal diikuti.
 
“Apalagi dana di anggaran perubahan yang diajukan KONI Bali juga belum cair. Kami lebih fokus saja mempersiapkan diri menghadapi Pra-PON tahun depan saja,” tambah Sukanada.
 
Diuraikannya, jika untuk pemain bola voli khususnya putra untuk usia 19 tahun, pihaknya sudah memperoleh laporan dari Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), jika banyak pemain muda Bali potensial.
 
“Tapi kami masih belum melakukan apa-apa karena masih menunggu juga informasi resmi kapan dan di mana Pra-PON resmi digelar. Kalau sudah tahu itu, baru enak untuk ancang-anacang seleksi pembentukan tim. Dengan demikian maka semuanya biasanya bisa dipersiapkan dengan matang. Tapi itu untuk putra. Pasalnya untuk putri masih kesulitan untuk banyak mencari pemain yang bekualitas di Bali untuk event selevel Pra-PON,” tutup Sukanada.