Bali Tribune, Kamis 21 Juni 2018
Diposting : 12 June 2018 23:06
I Made Darna - Bali Tribune
Kepegawaian
Keterangan Gambar: 
Ilustrasi sistem deteksi wajah untuk masuk ruangan.
BALI TRIBUNE - Absensi dengan sistem sidik jari di lingkungan Pemkab Badung mulai diganti dengan menggunakan aplikasi absensi deteksi wajah. Dengan absen deteksi wajah ini diharapkan dapat meningkatkan kedisplinan pegawai dan tidak ada lagi ASN ‘titip’ saat ngabsen.
 
Selain pemanfaatkan teknologi ini juga bertalian dengan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang diterima pegawai. Seperti diketahui, pembayaran TPP sebesar 70 persen bersifat statis dibayar rutin tiap bulan. Sisanya 30 persen TPP bersifat dinamis dengan rincian 15 persen dibayar tiap bulan berdasarkan absensi yang diverifikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). 
Sedangkan 15 persen lagi dibayar per triwulan berdasarkan realisasi anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diverifikasi Bagian Pembangunan Setda Badung.
 
Sistem aplikasi absensi deteksi wajah tersebut mulai dipasang, Senin (11/6) kemarin. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung Wayan Weda Dharmaja yang dikonfirmasi, membenarkan, pihaknya tengah melakukan pemasangan sistem aplikasi absensi deteksi wajah. Pemasangan aplikasi ini dilakukan di seluruh instansi dan lembaga pendidikan se-Kabupaten Badung. “Iya, sekarang kami dalam proses pemasangan alatnya (sistem aplikasi absensi deteksi wajah, red),” ujarnya.
 
Aplikasi ini disiapkan oleh Diskominfo. Kemudian, untuk leading sektor adalah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Badung. Total kurang lebih ada 400 unit aplikasi absensi deteksi wajah yang dipasang.
 
Meliputi SD, SMP, Puskesmas, Pustu, Kantor Camat, Kantor Lurah/Desa, UPT, serta OPD di lingkungan Pemkab Badung. “Kami hanya menyiapkan alatnya saja, nanti leading sektor tetap di Badan Kepegawaian,” kata Weda.
 
Absen baru dengan sistem deteksi wajah ini, lanjut mantan Camat Abiansemal ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan pegawai. “Di Badung kan sudah merapkan e-Kinerja, disitu sangat berpengaruh sekali dengan pembayaran TPP masing-masing pegawai. Nah, salah satu indikatornya adalah tingkat kehadiran yakni absensi,” jelas pejabat asal Desa Sembung, Mengwi ini.
 
Absensi deteksi wajah ini, tegas dia, tidak bisa dimanipulasi seperti absen sidik jari. Pasalnya, pegawai harus menunjukan langsung wajahnya pada alat tersebut. “Sekarang pegawai tidak bisa main-main, karena aplikasi ini bersifat online,” tegas Weda.