Diposting : 29 July 2019 23:01
Agung Samudra - Bali Tribune
Bali Tribune/ I Wayan Purnayasa pembawa kabur siswa SMK saat diperiksa di Mapolsek Susut.
balitribune.co.id | Bangli - Salah seorang warga Banjar Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli, Ni Wayan M (16) sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga ke Polsek Susut. Akhirnya terungkap kalau  siswi di salah satu SMK Negeri di Kecamatan Susut ini dibawa kabur pria yang sudah beristri, yakni I Wayan Purnayasa, (31). Wayan Purnayasa asal Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani ini pun akhirnya diamankan di Mapolsek Susut.
 
Kapolsek Susut, AKP I Made Ariawan membenarkan jika telah mengamankan seorang pria atas nama Wayan Purnayasa. Terkait kasus ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Wayan Purnayasa.
 
"Kasus masih kami dalami, kemungkinan adanya tindakan pidana yang dilakukan Wayan Purnayasa. Selain itu, untuk Wayan M sudah menjalani visum di RSU Bangli," ungkap AKP I Made Ariawan saat dikonfirmasi, Minggu (28/7).
 
Dia mengungkapkan, selama meninggalkan rumah Wayan M diajak oleh Wayan Purnayasa yang notabene telah beristri beberapa hari tinggal di rumah kos yang berlokasi di wilayah Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Selanjutnya Minggu pagi, Wayan M pulang ke rumahnya seorang diri. Sedangkan Wayan Purnayasa diamankan petugas saat melintas di seputaran Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar. "Yang perempuan pulang sendiri ke rumahnya sekitar pukul 09.00 Wita," bebernya saat di RSUD Bangli. 
 
Lebih lanjut, AKP Ariawan mengatakan, dari penelusuran yang dilakukan pihaknya, Wayan Purnayasa ternyata beberapa kali pindah lokasi, mulai dari Tampaksiring hingga wilayah Payangan. Sedangkan yang perempuan ditinggalkan di kos seorang diri. “Karena dicari petugas, yang pria terus berpindah-pindah," imbuhnya.
 
Di sisi lain, orang tua Wayan M, saat ditemui di RSUD Bangli mengungkapkan sebelum anaknya pulang ke rumah, sempat menghubunginya. Pada saat itu, Wayan M meminta bekel karena dirinya ingin bekerja di salah satu pabrik di Tabanan.
 
"Kemarin malam (Sabtu) sempat telepon, minta untuk bekal. Alasan mau kerja saja di Tabanan. Kemudian saya mengiyakan akan memberikan bekal. Saat dia pergi tidak membawa apa-apa. Dia punya HP sudah dijual. Akhirnya Minggu pagi anak saya pulang dengan mengendarai sepeda motornya sendiri," jelasnya.
 
Pengakuan dari sang anak bahwa Wayan Purnayasa tidak memberikan identitas yang sebenarnya. "Mengaku dari luar Bangli dan belum punya istri. Ternyata laki-laki ini sudah beristri dan memiliki anak satu," sebutnya.
 
Sementara salah seorang kerabat korban, yakni Made Juli Adnyana mengatakan jika pihak keluarga sangat menyesalkan kejadian tersebut. Pasalnya, pihak keluarga sebetulnya sudah mengenal Wayan Purnayasa.
 
"Wayan Purnayasa sempat main ke rumah kami, karena memang sudah kenal. Saat itu dia melihat adik saya dan bilang kalau adik saya cantik, malah dia mau meminang adik saya. Saya tidak tahu kalau Wayan Purnayasa ini mendekati adik saya. Dia kenalan dengan adik saya menggunakan identitas lain, sehingga kami tidak tahu,” tandasnya. (u)