Bali Tribune, Minggu 21 Januari 2018
Diposting : 11 August 2016 13:29
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
ATM
Keterangan Gambar: 
TIDAK DIMANFAATKAN - ATM Sampah yang ada di kawasan Pasar Kereneng tidak bisa dimanfaatkan masyarakat.

Denpasar, Bali Tribune

Pogram Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar untuk meminimalisir keberadaan sampah plastik di Denpasar melalui program ATM Sampah ternyata hanya mimpi belaka. Hingga kini, keberadaan ATM Sampah yang dianggap sebagai ide cerdas Walikota Denpasar di bidang lingkungan ini tidak memberikan efek signifikan terhadap pengelolaan sampah di Denpasar.

Parahnya, rencana pemasangan ATM Sampah yang diberinama TOMRA hasil kerjasama antara DKP Denpasar dan PT Irditech Ecojos Plastindo di 27 titik di Denpasar seperti pasar-pasar tradisional, pusat perbelanjaan, pelabuhan, terminal, dan gedung-gedung perkantoran juga tidak jelas perkembangannya. Jangankan penambahan unit, keberadaan satu unit ATM Sampah di kawasan Pasar Kreneng saja tampak seperti tak terawat.

Pantauan wartawan Bali Tribune, Rabu (10/8), keberadaan ATM Sampah yang diawal peluncurannya mendapat sambutan antusias masyarakat Denpasar ini malah tampak digembok sehingga tidak dapat dimanfaatkan warga.

“Sekarang sudah tidak ada yang datang untuk menukar sampah plastiknya dengan kupon. Masalahnya ATM Sampahnya dalam kondisi digembok dan tidak ada petugas yang berjaga. Kalau dulu memang ada yang nukar sampah, tapi tidak banyak. Biasalah ‘anget-anget tai ayam’ pak, diawal antusias, tapi lama-kelamaan tidak jelas. Ya bisa dibilang gagal total lah ATM Sampah ini,” kata salah satu Warga yang ditemui di Pasar Kreneng, Rabu (10/8).

Sementara itu, perwakilan PT Irditech Ecojos Plastindo, Putri Daninggar, saat dikonfirmasi Rabu (10/8) enggan berkomentar. Pihaknya mengaku sedang dalam acara sehingga tidak bisa memberikan penjelasan. “Gak bisa saya sampaikan per telepon. Coba langsung ke DKP saja ya,” sebutnya.

Sebelumnya, gencar diwacanakan terkait rencana penempatan 27 ATM Sampah di sejumlah titik di Denpasar. Alat canggih penampung sampah plastik yang dirancang layaknya mesin ATM ini direncanakan akan ditempatkan di 27 titik tempat strategis di Kota Denpasar seperti pasar-pasar tradisional, pusat perbelanjaan, pelabuhan, terminal, dan gedung-gedung perkantoran.

Mesin ATM Sampah hasil kerjasama DKP Denpasar dengan PT Irditech Ecojos Plastindo ini didesain layaknya mesin ATM dengan cara kerja sampah botol plastik dan kaleng dimasukan kedalam mesin dan akan langsung keluar struk voucer nominal uang yang akan diterima penabung sampah serta dapat ditukarkan langsung secara tunai.

Dari nilai botol plastik air mineral satu kali masuk mesin dihargai Rp100 yang nantinya setiap sampah plastik dan kaleng yang dimasukan mesin langsung menunjukan nilai harga plastik yang dimasukkan.