Diposting : 13 June 2017 19:40
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
BALIGRAFI
Keterangan Gambar: 
BALIGRAFI – Salah satu peserta nampak serius mengerjakan karya Baligrafi pada lomba Kaligrafi beraksara Bali (Baligrafi) dan Bali Simbar yang digelar Dinas Kebudayaan Denpasar, Minggu, (11/6).

BALI TRIBUNE - Dinas Kebudayaan Denpasar menggelar Lomba kaligrafi beraksara Bali (Baligrafi) dan Bali Simbar, di Kantor setempat, Minggu, (11/6). Lomba kali ini melibatkan puluhan pelajar SMP, SMA/SMK se-Kota Denpasar.

Plt. Kadis Kebudayaan Denpasar Nyoman Sujati di tengah-tengah berlangsungnya lomba mengatakan, lomba digelar dalam rangka membangkitkan dan melestarikan kesustraan Bali kuno yang menjadi sumber pengetahuan bagi kelangsungan hidup dan peradaban manusia Bali.

“Kegiatan ini dalam rangka menggali, melestarikan dan mengembangkan aksara Bali. Hal ini dilakukan mengingat akhir-akhir ini aksara Bali kurang mendapat perhatian para generasi muda. Hal ini akibat dari pengaruh globalisasi yang semakin mendesak di satu sisi karena lemahnya pemahaman para generasi muda tentang pentingnya Aksara,” ujar Sujati.

 Dengan lomba ini diharapkan generasi muda makin tergerak hatinya untuk ikut terlibat langsung dalam upaya pelestarian dan pengembangan aksara Bali kuno. Lomba diikuti puluhan peserta putra-putri berasal dari siswa-siswi SMP, SMA/SMK Se-Kota Denpasar. Tentang kreteria, untuk kaligrafi peserta diwajibkan membuat lukisan kaligrafi dengan tema “Tri Hita Karana”.

“Teks pelukisan tak dibedakan antara peserta SMP dan SMA/SMK sama yaitu “Tri Hita Karana”. Kaligrafi yang sudah dibuat di atas kanvas kemudian dituangkan pada kertas A4 dengan ornamen dan tulisan memakai cat, crayon dan pensil warna. Unsur-unsur yang dinilai meliputi; keindahan bentuk, makna, keserasian media dan ketepatan waktu,” ujarnya.

Sedangkan untuk jenis lomba aksara Bali dengan program Bali simbar B atau program Bali Simbar Dwijendra, kata Sujati,masing-masing peserta diwajibkan menyalin huruf latin ke dalam bahasa Bali. Setiap peserta juga diwajibkan menyalin teks soal yang disediakan panitia dengan menggunakan salah satu dari kedua program tersebut yakni. Bali Simbar B atau Program Bali Simbar Dwijendra.

“Sama halnya untuk tingkat SMA/SMK mereka juga diwajibkan menyalin teks menggunakan salah satu dari kedua program tersebut dan masing-masing peserta disediakan waktu 60 menit. Sedangkan untuk kaligrafi panitia menyediakan waktu sekitar 180 menit. Penilaian didasarkan pada tingkat kebenaran, ketepatan penulisan, kreativitas, keterbacaan huruf, kebenaran pasang aksara dan komposisi,” tandasnya.