Diposting : 14 July 2018 21:16
redaksi - Bali Tribune
PENJAHAT JALANAN - Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana memamerkan para pelaku kejahatan jalanan yang ditangkap.
BALI TRIBUNE -  Polresta Denpasar beserta jajarannya meningkatkan pengamanan di sejumlah objek wisata yang ada di seputaran Kuta, Kabupaten Badung. Ini untuk menekan angka kriminalitas khususnya kejahatan jalanan alias street crime, yang kerap terjadi dan menimpa wisatawan asing. Bahkan, petugas juga menggelar operasi yang dinamai KKYD (Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan) dari 6 Juni hingga 20 Oktober mendatang. Hasilnya, sudah 33 pelaku kejahatan jalanan digulung polisi.
 
Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana menerangkan, operasi KKYD yang ada di Polresta Denpasar dan jajarannya ini sebagai upaya meminimalisir kejahatan jalanan. Pihaknya akan melakukan peningkatan keamanan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan akan aksi kejahatan. Sasaran utama dari KKYD itu sendiri seperti kejahatan copet, jambret, pencurian, preman, sajam, narkoba dan juga handak (bahan peledak).
 
“Kita sudah mulai 6 Juli lalu dan sejauh ini sudah mengamankan sekitar 33 orang pelaku. Ini akan kita terus lakukan untuk menekan tindak kriminal termasuk kejahatan jalanan,” ungkapnya siang kemarin.
 
Dijelaskannya, pelaku kejahatan yang diamankan oleh petugas baik dari Polresta maupun Polsek-Polsek sebanyak 33 orang dengan rincian narkoba 7 kasus, pencurian dengan kekerasan (curas) 3 kasus, pencurian dengan pemberatan (curat) 5 kasus, pencurian biasa (cusa) 4 kasus dan curanmor 1 kasus, serta kasus premanisme, pungutan liar dan lainya.
 
“Para pelaku ini diamankan di sejumlah tempat di bawah kawasan hukum Polresta Denpasar. Saat ini kasus yang menonjol tersebut dalam proses pengembangan untuk menumpas tuntas jaringannya hingga ke akarnya,” katanya.
 
Kejahatan Jalanan yang paling banyak menyita perhatian terjadi di kawasan Kuta, Badung. Seperti penjambretan, pencopetan dan kasus lainnya kerap terjadi di kawasan tempat hiburan malam. Para pelaku, lanjutnya, melakukan tindak kejahatan dengan modusnya menyasar para wisatawan yang sedang mabuk usai berkunjung ke tempat hiburan di kawasan tersebut.
 
“Macam-macam modus yang digunakan oleh pelaku dalam setiap beraksi. Mulai dari menawarkan jasa ojek, menarik tas hingga korban wisatawan asing terjatuh. Untungnya, kelompok mereka sudah diamankan di Polsek Kuta. Meski begitu, kita tetap mewaspadai adanya pelaku lainnya. Sehingga, petugas terus standby di kawasan Legian,” urainya.
 
Para pelaku kejahatan, tidak kenal ampun melancarkan aksinya. Tercatat, kasus penjambretan terbaru yang terjadi di Legian memakan korban. Satu wisatawan asing terluka karena terseret saat tasnya ditarik oleh para pelaku. Untungnya, wisatawan wanita tersebut selamat setelah mendapatkan penanganan medis. Sehingga, langkah kepolisian dalam menekan kejahatan jalanan ini dengan menebar personel di titik-titik yang dianggap rawan kejahatan.
 
“Kita lakukan pengamanan, baik di jalan maupun di pintu masuk sejumlah diskotek. Baik yang berseragam dan bersenjata lengkap, maupun yang tertutup. Kita akan terus tingkatkan pengamanan, dengan demikian, masyarakat dan wisatawan akan merasa aman,” pungkasnya.