Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan.

Rai Mantra Masuk Daftar Jajaran Kepala Daerah Inovatif di Indonesia

IB Rai Dharmawijaya Mantra

Jakarta, Bali Tribune

Otonomi Daerah (Otda) dengan pilkada langsung memberi ruang bagi lahirnya pemimpin-pemimpin daerah yang inovatif. Kedekatan jarak antara pemimpin dan yang dipimpin membuat berbagai persoalan publik mendapat respon lebih cepat.

Saat ini Indoneaia memiliki 12 potret kepemimpinan daerah yang inovatif. Salah satunya Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra. Ia menjadi salah satu walikota di Indonesia yang memiliki inovasi yang luar biasa dalam membangun daerah.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Inovasi Administrasi Negara, Lembaga Administrasi Negara (LAN) Dr. Tri Widodo W Utomo, MA pada seminar Nasional memperingati 20 Tahun Otonomi Daerah yang berlangsung Selasa (19/4) di Aula Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta.

LAN mencatat terdapat 12 deretan Walikota dan Bupati di Indonesia termasuk Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra sebagai kepemimpinan daerah inovatif bersama 11 Kepala Daerah lainnya diantaranya Walikota Bandung Ridwan Kamil, Walikota Surabaya Tri Risma Harini, Bupati Bantaeng Nurdin Abdulah, dan Walikota Malang H Mochamad Anton.

Lebih lanjut, dikatakan kepemimpinan daerah inovatif memiliki visi sangat kuat tentang masa depan daerah, percaya diri yang tinggi untuk melakukan perubahan dan menjadi role model dalam perubahan pembangunan dan pelayanan publik ke arah lebih maju terbuka dan transparan.

“Walikota Denpasar Rai Mantra memiliki inovasi yang luar biasa dalam melakukan perubahan-perubahan didaerah, sehingga Denpasar saat ini menjadi salah satu role model pembangunan nasional,” kata Tri Widodo Utomo.

Pemimpin inovatif tak terlepas dari karakter dan antusias untuk membangun daerahnya yang berkolaborasi dengan semua pihak, termasuk juga memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk melaksanakan inovasinya tersebut.

Ia juga mengatakan masa depan Indonesia terletak pada para pemimpin di daerah yang berani membuat sesuatu inovasi yang berbeda dan memastikan terjadinya perubahan. Kepemimpinan menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan daerah dan inovasi merupakan faktor kunci keberhasilan kepemimpinan. Karena membangun Indonesia pada hakekatnya adalah membangun daerah, Indonesia kuat jika daerah kuat.

Saat ini era baru OTDA dengan tantangan baru meliputi potensi daerah belum dikelola optimal, meski tak sedikit juga daerah yang terkendala karena potensi alam yang terbatas, mutu SDM yang rendah, infrastruktur belum memadai, kapasitas fiskal masih lemah, dan kesejahteraan masyarakat di daerah belum terwujud.

Sehingga dalam kepemimpinan baru yang membutuhkan pemimpin inovatif, mampu berpikir berbeda yang menghasilkan inisiatif baru yang cerdas dan bisa menarik lesson learned dari pengalaman kepemimpinannya. “Sehingga dalam seminar nasional kali ini kami mengundang para bupati dan walikota yang telah mampu berinovasi di daerahnya dan bertukar pikiran dalam pertemuan ini,” ujarnya.

wartawan
habit/adv
Category

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

balitribune.co.id | Mangupura - Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka).

Baca Selengkapnya icon click

Astra Motor Bali Meriahkan HUT Kota Gianyar Lewat Honda Premium Matic Day 2026

balitribune.co.id | Gianyar – Astra Motor Bali kembali menghadirkan gelaran spesial bagi pecinta sepeda motor melalui Honda Premium Matic Day (HPMD) 2026 yang berlangsung pada 9–12 April 2026 di Alun-Alun Kota Gianyar, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Gianyar ke-253.

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Iklan icon ads

Harga Plastik Naik, Pengusaha Kurangi Ketebalan Tempe

balitribune.co.id I Tabanan - Naiknya harga plastik ternyata berdampak terhadap pelaku UMKM salah satunya yakni pelaku usaha pembuatan tempe. Pelaku usaha tempe harus memutar otak untuk menyiasati kenaikan harga plastik tersebut dengan cara mengurangi ukuran ketebalan agar harga jual ke konsumen tidak naik. Cara ini terpaksa mereka lakukan agar bisa terus berproduksi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. 

Baca Selengkapnya icon click
Iklan icon ads
Iklan icon ads
Bagikan Berita
news

Dikeluhkan Pelaku Usaha, Dewan Badung Siap Kaji Ulang Pajak Hiburan

Lorem, ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Aliquid, reprehenderit maiores porro repellat veritatis ipsum.