Diposting : 1 November 2018 22:04
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
ANTUSIAS - Wisatawan tampak antusias mengabadikan kunjungannya di rumah pohon.
BALI TRIBUNE - Bali memiliki beragam spot wisata untuk mengurangi kejenuhan wisatawan yang telah berulang kali berkunjung ke pulau ini salah satunya destinasi rumah pohon di Kabupaten Karangasem. Hal ini pun untuk memancing minat wisatawan berpindah-pindah tempat wisata, sehingga tidak hanya melalukan kegiatan wisata di kawasan Bali Selatan. Mengingat di kawasan lainnya seperti Bali Timur juga terdapat fasilitas untuk melakukan kegiatan wisata. 
 
Rumah Pohon yang berada di Desa Batu Dawa, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem telah dibuka untuk wisatawan pada 2015. Spot ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi wisatawan lokal juga turis asing ketika berada di Pulau Dewata. Di sekeliling rumah pohon suasana pun tampak asri dan rindang. 
 
Pemandangan pepohonan hijau pun memanjakan mata setiap pengunjung yang melepaskan lelah setelah berkendara dari Kota Denpasar. Demikian disampaikan salah seorang pengunjung dari Kota Denpasar, Ika Paramitha beberapa waktu lalu. Untuk dapat menikmati suasana dan bangunan rumah pohon, pengunjung dikenakan tarif masuk Rp 10 ribu per orang (wisatawan lokal) sedangkan Rp 20 ribu (wisatawan asing). 
 
Menurutnya, udara pegunungan yang sejuk menjadi nilai tambah saat berkunjung ke spot wisata ini. Sehingga wisatawan pun akan betah berlama-lama hanyut dalam keindahan alam di area itu. "Suasana di sini sangat cocok untuk melepas lelah dari padatnya aktivitas di Denpasar," kata Ika. 
 
Rumah Pohon Batu Dawa memiliki dua unit bangunan yang dibangun di atas pohon dengan tinggi sekitar 5 meter.  Seluruh material yang digunakan adalah bambu dan kayu dengan atap ilalang. Dikatakan Ika, untuk naik ke rumah pohon, pengunjung harus melewati jembatan gantung terlebih dahulu. 
 
Rumah pohon utama di lokasi ini memiliki luas sekitar 4 meter yang mampu menampung maksimal 4-6 orang. Sedangkan yang lainnya berukuran lebih kecil, hanya bisa menampung 3 orang saja. "Sehingga ketika banyak pengunjung yang datang, maka pengunjung yang lain, harus antri agar bisa berada di atas pohon dan menikmati alam sekitarnya dengan lebih leluasa. Saat itu saya antri selama 30 menit untuk naik ke rumah pohon itu," jelasnya. 
 
Aktivitas yang bisa dilakukan di rumah pohon ini selain bersantai dan menyegarkan pikiran, tentunya wisatawan biasanya mengabadikan momen dengan latarbelakang pemandangan lereng Gunung Agung yang memesona.  
 
Selain itu, swafoto dengan latarbelakang rumah pohon kata Ika menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan. "Apalagi rumah pohon yang terbuat dari kayu ini sangat unik, yang bisa mempercantik foto ketika diunggah di media sosial," ujar Ika. 
 
Destinasi wisata ini juga menawarkan spot unik lainnya yakni sebuah piramida kecil menyerupai stupa candi yang terdapat di tengah-tengah kawasan rumah pohon. Piramida kecil itu dibentuk dari bulatan-bulatan tanah liat yang dicampur dengan semen.