Diposting : 23 January 2019 13:27
I Wayan Sudarsana - Bali Tribune
TERSUMBAT - Petugas PDAM Kota Denpasar melakukan perbaikan saluran air menuju Intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Belusung yang tersumbat batang pohon, Selasa (22/1).
BALI TRIBUNE - Pengolahan air di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Belusung milik PDAM Kota Denpasar sempat mengalami gangguan, Selasa (22/1). Gangguan pengolahan air tersebut disebabkan batang pohon yang menyumbat aliran air menunju Intake IPA Belusung. Akibatnya pengaliran air ke sejumlah wilayah di Denpasar terganggu.
 
Direktur Teknis (Dirtek) PDAM Denpasar, I Putu Yasa mengakui adanya gangguan pengolahan air di IPA Belusung. Dikatakan, gangguan tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi sehingga aliran sungai Ayung Belusung membawa  sejumlah material salah satunya batang pohon.
 
"Untuk gangguan kali ini akibat adanya pohon 'Jaka' yang menyumbat aliran air menuju intake IPA Belusung. Karena curah hujan tinggi, jadi arus Sungai Ayung Belusung membawa sejumlah material dari hulu salah satunya batang pohon yang menyumbat saluran air menuju intake. Akibatnya salah satu pompa menjadi tidak beroperasi," ujarnya.
 
Dikatakan, karena pompa tidak beroperasi, otomatis mengurangi kapasitas produksi di IPA Belusung. Hal ini juga mengakibatkan gangguan aliran air ke sejumlah wilayah di Denpasar. "Karena terjadi penghentian pengoperasian intake maka terjadi pengurangan kapasitas produksi. Maka biasanya aliran air yang lancar sekarang airnya mati terutama di wilayah Denpasar Barat," inbuhnya.
 
Pihaknya sudah melakukan pembersihan terhadap pohon yang menyumbat pintu air tersebut. Bahkan pada pukul 09.50 Wita, pengolahan air di IPA Belusung sudah normal.
 
"Kemarin itu kejadiannya sekitar pukul 01.00 Wita. Nah, kita sudah bisa perbaiki dan jam 09.50 Wita, lima pompa sudah beroperasi. Sekarang kita lakukan pengisian reservoar dulu baru kita alirkan ke pelanggan," ujarnya.
 
Diakuinya penghentian pengolahan air di IPA Belusung sudah beberapa kali terjadi terutama pada musim hujan di awal tahun 2019. Penghentian sempat terjadi karena adanya batu, pasir dan sampah plastik. Terkait itu, pihaknya mengaku sudah melakukan antisipasi dengan memasang penghalau sampah dan batu.
 
"Cuma untuk kali ini karena ada batang pohon yang menyumbat aliran air menuju intake. Kami upayakan nanti bisa membuat teknologi agar bisa menghalau keberadaan batang kayu yang terseret arus air sehingga gangguan pengolahan air tidak terjadi lagi," ujarnya.
 
Mengingat adanya gangguan pengaliran air, pihaknya mengaku pasti akan ada keluhan dari masyarakat yang tidak mendapatkan air. Untuk itu pihaknya mengaku  telah melakukan  antisipasi dengan menyediakan 3 mobil tangki air untuk melayani masyarakat.
 
Sementara Kepala Bagian Humas PDAM Denpasar I Gusti Ngurah Anom Saputra berharap Rabu hari ini seluruh gangguan bisa diselesaikan dan pasokan air ke konsumen normal kembali. Wilayah yang mengalami gangguan yakni Denpasar Barat, Denpasar Utara dan Denpasar Timur bagian utara.