Diposting : 24 July 2018 10:07
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Ida Bagus Gede Sidharta
BALI TRIBUNE - Ditengah persaingan destinasi pariwisata yang kompetitif, Sanur telah membuktikan mampu mewadahi inovasi dan kreativitas warganya yang selaras dengan kebutuhan industri pariwisata. Festival desa atau Sanur Village Festival (SVF) dengan mengembangkan kreasi yang berasal dari kekayaan alam, seni dan budaya serta kreativitas masyarakat Sanur telah menjadi agenda tahunan untuk dikunjungi.
 
Ketua Umum SVF 2018, Ida Bagus Gede Sidharta dalam siaran persnya, Senin (23/7) mengatakan kegiatan ini tidak bisa hanya bertumpu pada kretivitas yang selama ini mengisi festival, tapi juga harus memiliki karakter dan didukung oleh masyarakat serta pelaku pariwisata untuk menjadi festival yang benar-benar mandiri.
 
Pihaknya melalui SVF, mengajak seluruh warga Desa Sanur untuk mempertahankan keunggulan citra budaya dan pariwisata yang dimiliki. Ia juga menekankan keniscayaan keterlibatan industri kreatif dalam kegiatan ini bakal mendongkrak perekonomian Sanur dan sekitarnya.
 
Pria yang akrab disapa Gusde melihat Sanur memiliki potensi pengembangan pariwisata yang sangat potensial seiring dengan kebutuhan pasar pariwisata. Tahun ini lokasi pelaksanaan SVF dipindahkan ke Pantai Matahari Terbit yang letaknya masih di kawasan Sanur.
 
Alasannya, ini merupakan bagian dari rancangan pembagian ruang dan pengembangan poin destinasi bagi kenyamanan para pengunjung festival. Tempat ini pernah digunakan sebagai lokasi SVF Ke-7 tahun 2011 bersamaan dengan Festival Flora & Flori Nasional yang dihelat bersama Kementerian Pertanian. "Sanur Village Festival 2018 yang perhelatannya akan dilaksanakan pada 22-26 Agustus mendatang akan mengangkat tema ‘Mandala Giri’ yang merupakan sebuah semangat pemikiran untuk memusatkan perhatian kembali kepada Gunung Agung," jelasnya yang juga Ketua PHRI dan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Denpasar ini.
 
Ketika aktivitas vulkanik Gunung Agung meningkat pada November 2017 dan berulang erupsi hingga saat ini adalah kenyataan yang memberikan refleksi dalam hal kemanusiaan, persaudaraan, dan pendekatan terhadap alam. Sanur meskipun tidak memiliki gunung, tetapi dari kawasan pantai dapat disaksikan panorama Gunung Agung yang anggun. Selain itu Sanur memiliki pura yang merupakan pelinggih Gunung Agung, seperti terdapat di Pura Giri Kusuma yang bermakna candi bunga yang dibangun di tengah air. "Hal ini mencerminkan telah adanya kesadaran pentingnya gunung," katanya.