Diposting : 7 April 2016 15:13
I Made Darna - Bali Tribune
PANTAU UN - Rombongan Komisi IV DPRD Badung saat memantau pelaksanaan UN di SMAN 1 Kuta, Rabu (6/4).

Mangupura, Bali Tribune

Tidak adanya SMA/SMK Negeri di Badung yang menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) membuat kecewa Komisi IV DPRD Badung.

Pasalnya, di tengah visi-misi Bupati/Wabup Badung menggalakan IT justru pelaksanaan UNBK di gumi keris, nihil. Jika pun ada, satu sekolah, yakni SMK TI Ilkom Ganesa Udayana, Jimbaran yang menerapkan UNBK, namun itu adalah sekolah swasta.

Komisi IV pun mendesak pemerintah mewajibkan setiap sekolah menerapkan UNBK mulai tahun depan. “Kami sangat berharap semua sekolah menerapkan UNBK,” ujar Ketua Komisi IV, AAN Ketut Nadhi Putra usai memantau pelaksanaan UN di SMAN 1 Kuta, Rabu (6/4).

Kalau tahun ini tidak sanggup, Gung Nadhi-sapaan politisi asal Kerobokan, Kuta Utara ini berharap tahun 2017 UN berbasis IT ini sudah bisa dilaksanakan di seluruh sekolah di Badung. UNBK tidak hanya berlaku bagi sekolah SMA/SMK, tapi juga seluruh SMP dan SD. “Kami minta semua sekolah pakai IT. Karena ini bagian dari visi misi bupati. Dimana segala sesuatu harus memanfaatkan teknologi,” katanya.

Dengan ujian berbasis komputer, politisi Partai Golkar ini menilai memilik banyak keunggulannya dibanding UN manual. Sebab, humas error dalam menjawab soal sangat kecil. Berbeda dengan memakai manual yang masih memakai pensil. Salah ‘ngurek’, kata dia, rawan tidak terbaca. “Pokoknya tahun depan harus pakai itu (UNBK). Ini penting selain mengarahkan siswa memanfaatkan IT juga untuk meminimalisir keteledoran dalam menjawab,” terangnya.

Disinggung mengenai perangkat komputer yang belum siap, Gung Nadhi minta pemerintah segera melakukan pengadaan komputer di masing-masing sekolah. Setiap sekolah, kata dia, minimal harus memiliki dua laboratorium komputer. Selain perangkatnya, pemerintah juga wajib menyediakan akses seperti WiFi.

Sementara untuk sekolah dasar (SD) di APBD perubahan sudah dianggarkan oleh Pemkab Badung untuk pengadaan laptop bagi kelas V dan VI, sehingga dengan pemberian laptop ini sangat memungkinkan diterapkannya UNBK sampai tingkat SD.

“Bagi yang belum ada (perangkat komputer, red) ini PR pemerintah. Nanti harus disiapkan. Setiap sekolah minimal harus ada dua lab komputer, sehingga sekolah negeri bisa bersaing dengan sekolah internasional,” tegasnya.

Khusus di SMAN 1 Kuta, Gung Nadhi menilai sekolah tersebut sudah sangat siap melaksanakan UNBK, tapi tidak diarahkan oleh pihak Disdikpora Badung. “SMAN 1 Kuta siap UNBK, tapi tidak dilakukan. Ini kita evaluasi juga,” tandasnya sembari menambahkan bahwa dari pantauan di SMAN 1 Kuta pelaksanaan UN berjalan lancar.