Bali Tribune, Senin 23 Juli 2018
Diposting : 1 October 2016 10:44
ayu eka - Bali Tribune
ITDC
Keterangan Gambar: 
MANDALIKA – Kawasan ITDC Mandalika yang masih tahap pembangunan di Lombok NTB

Bali Tribune-Pengembangan kawasan Mandalika, Lombok oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) saat ini sedang tahap pembangunan kantor-kantor operasional, infrastruktur jalan, pagar dan proyek posko-posko keamanan serta penataan pantai.

Direktur Operasional ITDC, AA Ngurah Wirawan mengungkapkan jika ITDC sebagai pengelola kawasan Mandalika diimbau oleh Menteri BUMN untuk membuat event-event berskala internasional guna mendatangkan turis ke tempat tersebut.
"Sepanjang proses konstruksi kami diminta membuat event yang tidak kalah dengan di Nusa Dua tapi tentunya berbeda dengan Nusa Dua. Contoh di Nusa Dua kan kita tidak bisa bikin balap mobil. Kalau di Mandalika bisa karena disitu lahannya seluas 1.200 hektar dan lahannya masih terbuka," ucapnya di kantor ITDC Nusa Dua, Badung, Kamis (29/9).
Di Nusa Dua kata dia tidak bisa membuat event Jambore Aero Sport/terjun payung. "Di Nusa Dua itu tidak mungkin. Tapi Di Mandalika bisa karena dekat dengan bandara panjang pantainya kan 12,5 kilometer," sebut Wirawan.
Dikatakannya banyak acara-acara yang diminta untuk dilaksanakan di Mandalika dengan tujuan sambil membangun infrastruktur hotel juga membuat kegiatan.  Sehingga Mandalika dikenal sebagai suatu destinasi yang indah pantainya tapi juga menarik dikunjungi karena banyak acara-acara maupun kegiatan di luar ruangan. "Sekarang ini dari tahap 1 bangunan sudah berjalan 17 persen untuk konstruksi yang lain masih dibawah 10 persen," ucapnya.
Kawasan ITDC di Mandalika terdapat hotel berbintang 4 dan 5 dengan target ketersediaan sebanyak 1.200 kamar. Pihaknya mengatakan jumlah kamar tersebut diharapkan akan terpenuhi sampai 3 tahun mendatang. "Target akhir 2018 paling cepat sudah beroperasi," kata Wirawan.
Selaku pengelola kawasan, ITDC wajib untuk membuat suatu event agar mendatangkan wisatawan. Dengan adanya turis yang mendatangi kawasan Mandalika tentunya akan mempengaruhi okupansi kamar hotel. "Operasional bisa secara bertahap kalau 150 kamar sudah terbangun dan ada kolam renang sudah bisa beroperasi. Kalau event sifatnya mengenalkan kawasan mempromosikan kawasan ini akan dilakukan mulai tahun depan. Kami di Mandalika menjual atraksi," jelasnya.
Menurut Wirawan turis yang gemar melakukan aktivitas di luar ruangan merupakan target market kawasan Mandalika. "Dari negara mana saja asalkan menyukai kegiatan outdoor. Tapi sekarang ini turis asal Eropa dan Australia yang datang ke Madalika untuk kegiatan menyelam dan surfing," terangnya.