Diposting : 5 August 2019 15:19
Ayu Eka Agustini - Bali Tribune
Bali Tribune/ LAYANAN - Petugas bank saat memberikan layanan kepada nasabah
balitribune.co.id | Denpasar -  Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan menantang, perbankan mampu menunjukkan kinerja positif pada semester I tahun 2019. Meski berbagai isu politik yang terjadi di Tanah Air, tampaknya tidak membawa pengaruh buruk terhadap pertumbuhan perbankan. Demikian disampaikan Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC NISP dalam siaran persnya beberapa waktu lalu. 
 
Kinerja yang baik ini dikatakannya antara lain ditandai dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 15%, menjadi Rp 1,5 triliun pada semester I tahun ini dari Rp 1,3 triliun pada semester I tahun 2018. "Berbekal semangat 'tidak ada yang tidak bisa, kami optimis kinerja baik yang dicapai pada paruh pertama tahun 2019 ini akan terjaga pada semester II tahun 2019," terangnya. 
 
Bank ini disebutkan Parwati pada semester I tahun 2019, mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 8%, didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 37,6% dari total dana yang terhimpun. Potensi bank untuk menyalurkan kredit juga masih dapat dikembangkan, ditandai dengan Loan to Deposit (LDR) yang mencapai 91,1% pada akhir periode tersebut. 
 
Lebih lanjut dia menyampaikan, dari segi kredit, tumbuh sebesar 2% (year on year/YoY) menjadi Rp119 triliun pada akhir semester I tahun 2019, yang didistribusikan ke kredit modal kerja, investasi dan konsumer. Pertumbuhan ini disertai dengan kemampuan bank untuk menjaga kualitas kredit secara konsisten dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) dibawah ketentuan, yakni NPL gross sebesar 1,8% dan NPL nett sebesar 0,8%. 
 
"Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan menantang, bank ini terus mencatat pertumbuhan DPK sepanjang semester I tahun 2019 yaitu sebesar 8% YoY," ungkap Parwati. 
 
Hal ini merupakan hasil dari inisiatif manajemen bank untuk memperluas jangkauan dari produk-produk tabungan.
 
"Kami optimis dapat terus tumbuh dengan sehat dan berkelanjutan dengan berpedoman pada prinsip kehati-hatian (prudent principle) dalam menghadirkan berbagai produk dan layanan perbankan yang inovatif," imbuhnya. 
 
Disampaikan Parwati, untuk mencapai pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, pihaknya telah mempersiapkan berbagai strategi di antaranya memperkuat model bisnis, mempercepat pertumbuhan retail, khususnya menyasar segmen generasi muda. Selain itu mendukung inisiatif keuangan yang berkelanjutan serta melanjutkan transformasi dengan optimalisasi inisiatif digital dan menghadirkan customer experience yang lebih baik.
 
Menurutnya, stabilitas ekonomi dan politik mendorong optimisme pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga akan terus menunjukkan peningkatan pada semester selanjutnya. Guna memenuhi kebutuhan nasabah, pihaknya menghadirkan solusi layanan Nyala Bisnis dan Nyala Individu untuk membantu nasabah mengelola keuangan pribadi dan usahanya, ditambah fasilitas pinjaman dengan bunga kompetitif dan proses kredit yang lebih cepat. (u)