Diposting : 18 November 2019 15:59
I Made Darna - Bali Tribune
Bali Tribune/Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa saat menghadiri apel Serah terima pataka/panji-panji dan surat sakti Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai di Lapangan Puspem Badung, Senin (18/11).
balitribune.co.id | Mangupura - Napak Tilas Pataka/Panji-Panji dan Surat Sakti Pahlawan Nasional Brigjen TNI (Anumerta) I Gusti Ngurah Rai, serangkaian Peringatan Hari Pahlawan 10 Nopember ke-74 dan Peringatan Puputan Margarana ke-73, pada 20 November 2019, Senin (18/11) tiba di Badung.
Serah terima pataka/panji-panji dan surat sakti dari kota Denpasar kepada Kabupaten Badung dilaksanakan dalam upacara serah terima di Lapangan Puspem Badung. Serah terima dilakukan Asisten I Pemerintah Kota Denpasar I Made Toya, dan diterima Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Badung, para pejabat dilingkungan Pemkab. Badung dan Kota Denpasar, Ketua Gatriwara Kab. Badung serta Ketua Markas Daerah LVRI beserta Sesepuh Veteran Pejuang. Upacara serah terima melibatkan anggota Patriot Panca Marga, Pemuda Panca Marga (PPM) Bali, Organisasi Kepemudaan, pemuda dan siswa di Kabupaten Badung.
Selaku Inspektur Upacara, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan bahwa pelaksanaan napak tilas merupakan momentum untuk mengenang kembali semangat heroik dan pantang menyerah dengan tekad merdeka atau mati yang dilakukan para pahlawan kusuma bangsa yang tergabung dalam pasukan Ciung Wanara guna mempertahankan kemerdekaan jagat Bali disamping menumbuhkan semangat juang dikalangan generasi muda. ''Keberadaan kita saat ini adalah berkat perjuangan dari para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa dan raga untuk kemerdekaan NKRI. Dengan demikian diharapkan napak tilas ini hendaknya dipakai renungan bagi kita untuk melanjutkan perjuangan yang telah dicapai dengan berusaha keras membangun dan mengisi dengan hal-hal yang positif," katanya.
Napak tilas jejak Pahlawan Nasional kali ini mengambil tema "Gelorakan semangat Puputan Margarana demi tegaknya Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika". Melalui tema ini, Suiasa juga berpesan kepada generasi muda agar tetap menggelorakan nilai-nilai Puputan Margarana demi kesinambungan pembangunan, serta menumbuhkan sikap ksatria dan keprawiraan, selalu mawas diri dalam menyikapi situasi dan kondisi yang berkembang. "Tetap satukan tekad dan tujuan sehingga pulau Bali tetap aman dan nyaman bagi kita semua," tambahnya. 
Dalam perjalanan setelah diterima dari Kota Denpasar, regu inti pataka/panji-panji dan surat sakti Pahlawan I Gusti Ngurah Rai selanjutnya diarak menuju Monumen Tugu Pahlawan Cok Tresna dan sembahyang bersama di Desa Sobangan, dan bersemayam di Puri Carangsari dengan kegiatan Sarasehan yang akan diikuti oleh seluruh peserta Napak Tilas.