Diposting : 4 August 2018 16:17
redaksi - Bali Tribune
Keterangan Gambar: 
Kombes Pol Andi Fairan saat membeberkan hasil tangkapan jajarannya selama tiga bulan di Mapolda Bali kemarin.
BALI TRIBUNE -  Polda  Bali membentuk tim khusus copet dan kejahatan jalanan. Hal ini disampaikan Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Bali Kombes Pol Andi Fairan saat menggelar kasus kriminal di halaman Polda Belakang Polda Bali, Jumat (3/8).
 
Menurut perwira asal Makassar ini, pembentukan tim khusus anti copet dan Satgas kejahatan jalanan seperti begal dan rampok bertujuan untuk terciptanya situasi keamanan dan ketertiban di Bali terutama menjelang dan selama pertemuan Annual Meeting IMF da World Bank yang akan digelar di Nusa Dua pada Oktober mendatang.
 
Ia menegaskan, pembentukan tim anti copet dan kejahatan jalanan adalah perintah langsung dari Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose. Tujuannya untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada tamu terutama para tamu yang menjadi delegasi pada Annual Meeeting IMF dan World Bank.
 
"Ini demi cipta kondisi untuk keamanan dan kenyamanan Annual Meeting IMF dan World Bank dan juga Asian Games. Bagi tamu-tamu yang datang ke Bali tidak menjadi korban kejahatan. Karena ini nama baik negara kita dan Bali khususnya. Atas perintah Kapolda, kami sudah membentuk anti copet dan kejahatan jalanan lainnya," ujarnya. 
 
Untuk sementara tim khusus ini ditempatkan di seluruh destinasi wisata terutama pusat keramaian seperti di Kuta, Seminyak, Nusa Dua, Sanur. Tim khusus anti copet akan bekerja siang malam tanpa henti di lokasi keramaian di pusat-pusat pariwisata.
 
Menurutnya, berdasarkan fakta dan pengalaman, kejahatan seperti copet dan begal, dan kejahatan lainnya, beberapa titik destinasi wisata ini menjadi sasaran dari para pelaku kejahatan. Mereka umumnya menyasar orang asing.
 
Menurut Andi Fairan, tim ini akan beranggotakan polisi yang sudah berpengalaman. Personil yang ditempatkan umumnya adalah mereka yang sudah tahu persis dengan kondisi wilayah tersebut, dimana kerawanannya, dimana keramaiannya dan sebagainya.
 
"Kita akan menempatkan anggota yang dulunya pernah bertugas di tempat tersebut. Kalau pun sekarang mereka telah berpindah tugas, kita akan panggil sementara untuk masuk dalam tim anti copet. Karena merekalah yang paling tahu situasi dan kondisi disana," ujarnya.
 
Mereka ini akan dibekali senjata, untuk membersihkan pencopet. Nanti perintah tembak. "Kalau melawan kita tembak. Kalau masih melawan kita akan ambil tindakan yang lebih keras lagi sesuai prosedur yang ada," ujarnya.
 
Tim khusus anti copet ini ditaruh di tempat tujuan wisata. Timnya sudah lama, sudah senior, yang pernah bertugas di sana, mereka sudah sangat berpengalamana.
 
"Kita membentuk bentuk tim, untuk menggulung seluruh copet. Mereka sudah tahu letak, kondisi anti copet. Setiap hari mereka akan ada di lapangan. Jadi saya minta kepada mereka yang akan melakukan kejahatan, sebaiknya jangan di Bali. Nanti kami akan tembak di tempat," ujarnya.