Diposting : 15 November 2019 00:46
Redaksi - Bali Tribune
Bali Tribune/ Cok Subagio (telungkup) saat hendak diamankan
balitribune.co.id | Denpasar - Seorang pria, Cok Subagio (55) membuat gempar Mako Brimob Tohpati, Kamis (14/11) pukul 08.15 Wita. Warga Jalan Siulan Gang Flamboyan, Denpasar Timur ini menerobos penjagaan sembari berteriak; "ada bom".
 
Insiden itu terjadi menjelang upacara peringatan HUT ke-74 Brimob. Cok Subagio mengendarai motor Revo DK 4803 IX datang ke Mako Brimob. Saat dihentikan petugas jaga untuk diperiksa, pria yang mengenakan kaos dan sarung corak garis lurus hitam dan abu-abu  itu malah tancap gas sembari berteriak, “ada bom, ada bom”.
 
Mendengar teriakan tersebut, personel korps baret biru melakukan pengejaran dan Subagio akhirnya diamankan depan Kantor Staf Yon A Pelopor. Saat diinterogasi di ruang Provos, keterangannya berubah-ubah.
 
“Awalnya mengatakan mau melaksanakan shalat duha. Tapi saat mau di-cross chek ke pengurus masjid di Mako Brimob, dia menyampaikan ingin menegakkan Pancasila dan NKRI, dan sedang mengejar bom tidak terlihat yang menyasar Mako Brimob,” tutur seorang petugas.
 
Dari omongan Subagio yang ngarol ngidul itu, kepolisian meng-cross chek ke pihak keluarga. Berdasarkan keterangan istrinya, Haminah menyampaikan kalau suaminya sedang stres. “Subagio keluar rumah tanpa sepengetahuan istri dan anaknya yang saat itu sedang membeli obat,” jelas sumber itu.
 
Setelah mendapat keterangan dari pihak keluarga, Cok Subagio dibawa ke  Polsek Denpasar Timur.  Sementara Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Nyoman Karang Adiputra yang dihubungi bali tribune via telepon genggamnya tidak diangkat.